2 Hari Macet Angkutan Batu Bara, Ambulance Terjebak, Pasien Dikabarkan Meninggal Dunia, Sekolah Terpaksa Libur

Rabu 01-03-2023,16:10 WIB
Reporter : Subhi
Editor : Surya Elviza

BATANGHARI,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Hingga sore hari ini, Rabu 1 Maret 2023, kemacetan panjang masih terjadi di ruas lintas Tembesi-Sarolangun.

 

Kemacetan ruas jalan ini didominasi oleh angkutan batu bara tersebut sangat merugikan masyarakat.

 

Beberapa kegiatan masyarakat terpaksa harus ditunda. Selain itu yang lebih parahnya, dikabarkan satu unit ambulance terjebak di antara kemacetan. Pasien yang berada di ambulance tersebut dikabarkan meninggal dunia. Sehingga ambulance pun akhirnya memutuskan putar arah.

 

Hal ini disampaikan oleh salah seorang warga Simpang Karmeo bahwa tadi malam juga ada ambulance yang membawa jenazah yang melintas ke arah Sarolangun.

BACA JUGA:Kuasa Hukum Minta Pelaku Debt Collector Bentak Polisi Dibebaskan, Sambil Menangis Ungkap Demi Kemanusiaan

BACA JUGA:Macet Panjang Akibat Truk Batu Bara, Satlantas Sarolangun Tutup Jalur Jalan Arah ke Jambi

 

Para warga pun membantu mengurai kemacetan. "Kalau dihitung- hitung dari sore kemarin ambulance sudah 3 unit yang melintas daerah padat kemacetan,"bebernya 

 

Dampak lainnya, sekolah terpaksa diliburkan. Ini karena para siswa yang tidak bisa pergi ke sekolah karena terjebak macet. Juga para pedagang yang tidak bisa lagi berjualan keliling.

 

Selain itu, warga yang akan melaksanakan pertemuan forum RT se Kecamatan Batin 24 terpaksa menunda kegiatan tersebut. 

"Pertemuan forum RT se Kecamatan Batin 24 akan digelar di Serambi Rumdis Bupati Batanghari di Muara Bulian terpaksa tertunda karena kita terjebak macet,"bebernya.

BACA JUGA:1 Maret 2023, Harga BBM Naik Rp 500/Liter, Cek Update Daftar Harga BBM Hari Ini

BACA JUGA:Sebut Ada Bom di Dalam Koper, 1 Penumpang Wings Air Diamankan Pihak Bandara

Dikatakan warga bahwa kemacetan panjang ini karena angkutan batu bara yang parkir di tepi jalan. Para supir enggan parkir di kantong parkir yang telah disediakan

Kemacetan diperparah dengan adanya truk angkutan batu bara yang patah as serombong di jalan lintas  Desa Karmeo Rt.05 di dekat  jembatan dua positif menambah kemacetan di daerah jalan lintas tersebut.

Warga pun meminta para supir truk agar tidak parkir di tepi jalan dan parkir di kantong parkir yang sudah disediakan.

 

"Akibat kemacetan tolong pikir warga lain. Bukan hanya sopir batu bara saja yang mencari makan. Pikir juga orang lain bukan mereka saja mencari makan kami juga punya tanggungan,"ujarnya.

BACA JUGA:Anggota DPD RI Dorong Revisi UU ASN, Minta PPPK dan Honorer Masuk Dalam Kategori ASN

BACA JUGA:Bupati Batanghari Hadiri Pengukuhan Aliansi Jurnalis Batanghari

"Sekali lagi kami berharap kepada pemerintah secepat mungkin aturan dirubah. Kami juga minta kepada para sopir angkutan batu bara untuk tidak memakirkan mobilnya d bahu jalan karena bisa menggangu pengguna jalan lainnya. Sehingga nanti akan menimbulkan kemacetan karna perlu kita ketahui ini juga untuk kepentingan bersama apabila terjadi seperti ini maka banyak terdampak yang dirugikan,"bebernya. *

 

Kategori :