bank jambi baru

Karhutla Meningkat, Alat ISPU Tebo Malah Trouble! PM10 dan PM2.5 Belum Bisa Dibaca

Karhutla Meningkat, Alat ISPU Tebo Malah Trouble! PM10 dan PM2.5 Belum Bisa Dibaca

Kondisi kabut asap di Kabupaten Tebo, Senin 24 Agustus 2026.-ihwan/jambi-independent.co.id-

MUARATEBO, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Di tengah kondisi Kabupaten Tebo, JAMBI, yang tengah menghadapi musim kering dan meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), alat pemantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) milik Pemerintah Kabupaten Tebo mengalami gangguan.

Kondisi ini membuat parameter penting untuk mengetahui kualitas udara, terutama PM10 dan PM2.5, belum dapat terbaca secara optimal.

Gangguan alat tersebut menjadi sorotan karena data kualitas udara sangat dibutuhkan untuk menentukan langkah pemerintah dalam melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

Warga Kabupaten Tebo, Selamet Iriyanto, mempertanyakan kesiapsiagaan Dinas Lingkungan Hidup dalam menghadapi kondisi tersebut.

BACA JUGA:Kualitas Udara Jambi Memburuk, Gubernur Al Haris Keluarkan 10 Langkah Penting hingga Opsi Sekolah dari Rumah

Menurut Selamet, alat pemantau kualitas udara semestinya menjadi perhatian sejak pemerintah daerah menetapkan status siaga karhutla.

“Seharusnya Dinas Lingkungan Hidup siaga sejak Pemerintah Kabupaten Tebo menetapkan siaga karhutla. Jadi alat yang digunakan untuk mengukur kualitas udara selalu dilakukan pengecekan,” ujar Selamet.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tebo, Eryanto, membenarkan adanya kendala pada alat pengecek ISPU.

Ia menjelaskan, gangguan terjadi pada pembacaan sejumlah parameter, yakni PM10, PM2.5 dan O3.

BACA JUGA:Heboh Surat Edaran Gubernur Jambi soal Sekolah Daring! Kadis Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah: Itu Tidak Benar

Menurut Eryanto, PM10 dan PM2.5 menjadi parameter yang sangat penting dalam pemantauan kualitas udara, khususnya ketika terjadi karhutla.

“Alat pengecek ISPU Kabupaten Tebo masih ada trouble dari alatnya yaitu di PM10 dan PM2.5 serta untuk O3-nya. Tapi yang pengaruh terhadap pengecekan ISPU yaitu PM10 dan PM2.5,” ujar Eryanto.

Dengan kondisi tersebut, angka ISPU yang berkaitan dengan dua parameter utama tersebut belum dapat disampaikan secara lengkap.

Eryanto mengatakan, pihaknya telah menerima alat atau komponen yang dikirim oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait