Selamatkan Hutan Gambut Londerang dari Karhutla PT SAS Perbanyak Embung dan Sekat Kanal
PT SAS ikut menjaga lahan dari kebakaran.-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Memasuki musim kemarau saat ini, PT SAS dan group menyiapkan berbagai strategi untuk bisa menyelamatkan 750 hektar lahan gambut yang telah direhabilitasi perusahaan.
Kameswara Helly, Direktur PT SAS mengatakan, proses rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) Hutan Lindung Gambut Londrang di Desa Koto Kandis Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Jambi, telah mulai dilaksanakan PT SAS sejak Oktober 2025 lalu.
Luas lahan yang telah ditanami pohon kini telah mencapai 750 hektar. "Artinya ini bukan luasan yang sedikit, tanaman di dalamnya juga telah tumbuh dengan baik, kita sangat bekerja keras agar upaya memulihkan kerusakan gambut di lokasi ini, bisa berjalan dengan baik dan tidak terdampak Karhutla," ujarnya.
Sebagai pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) di Provinsi Jambi, PT SAS berkomitmen dan bertanggung jawab menjalankan kewajibannya terhadap kawasan ini, dari rmenanami pohon sampai nanti pohon yang ada bisa memberi manfaat untuk pemulihan lahan dan bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
BACA JUGA:Tangani Karhutla, OMC di Jambi Berlanjut hingga Awal September
Selama kemarau ini, PT SAS dan group berkoordinasi dengan Kementerian LH melalui BPDAS Batanghari, telah melakukan berbagai strategi agar tidak terjadi kebakaran di lokasi yang telah ditanami pohon.
Strategi Pertama yaitu memperbanyak embung atau sekat kanal. Embung dan sekat kanal diharapkan bisa menjaga ketersediaan air dan mencegah gambut menjadi terlalu kering.
"Sekat kanal juga ditargetkan bisa menahan aliran air di kanal, sehingga air tidak cepat keluar dari kawasan, harapannya gambut dapat dipertahankan agar tetap basah," lanjut Helly.
Yang tak kalah penting, PT SAS secara gencar juga telah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menyalakan api sembarangan di areal kering, baik sebelum kemarau hingga kini memasuki musim kemarau, baik di kawasan rehabilitasi perusahaan maupun di Hutan Lindung Gambut Londrang secara umum.
PT juga meningkatkan patroli deteksi dini dengan membentuk Kelompok Masyarakat Siaga Api untuk menjaga 750 hektar kawasan yang telah direhabilitasi. "Keterlibatan masyarakat dirasa sangat penting," lanjutnya.
Baru-baru ini, Direktur Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan, Dr. Muchamad Saparis Soedarjanto telah mengunjungi kawasan DAS yang direhabilitasi PT SAS.
Dalam kunjungan ini, Saparis Soedarjanto memberi apresiasi dan pujian untuk PT SAS dan group atas komitmen dan tanggung jawabnya sebagai pemegang IPPKH.
Saparis melihat langsung progres penanaman yang signifikan dan menggembirakan di kawasan DAS yang menjadi tanggung jawab PT SAS dan group.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


