Sarolangun Akhiri Status Tanggap Darurat Banjir
Kepala Pelaksana BPBD Sarolangun, Solahuddin Nopri.-ist/jambi independent-
JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Sarolangun memutuskan tidak memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana banjir, yang sebelumnya diberlakukan akibat musibah banjir di sejumlah kecamatan dalam wilayah tersebut.
Status tanggap darurat bencana diketahui berlaku sejak 26 April 2026 hingga 2 Mei 2026 sebagai langkah percepatan penanganan dampak banjir yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Sarolangun.
Kepala Pelaksana BPBD Sarolangun, Solahuddin Nopri mengatakan, saat ini pemerintah daerah kembali menetapkan status siaga bencana karena kondisi di lapangan dinilai sudah kondusif.
BACA JUGA:Bupati Merangin Pimpin Rakor, Prioritaskan Penanganan Banjir dan Bantuan Warga
“Untuk status kemarin sudah kita naikkan tanggap darurat tanggal 26 April 2026 sampai 02 Mei 2026, dan sekarang status kembali ke siaga bencana, tidak diperpanjang karena situasi sudah kondusif,” katanya.
Meski status tanggap darurat tidak diperpanjang, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan curah hujan yang masih berpotensi terjadi di wilayah Sarolangun.
Hal itu menyusul adanya informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang menyebut intensitas hujan di Kabupaten Sarolangun masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Kita imbau masyarakat tetap waspada, karena informasi BMKG curah hujan di Sarolangun masih ada,” pungkasnya.
Pemerintah daerah bersama BPBD juga terus memantau perkembangan kondisi cuaca serta kesiapsiagaan di wilayah rawan banjir guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


