b9

Ratusan Porsi Dikembalikan di SMAN 7 Kerinci, Kepsek Bantah Tolak Program MBG

Ratusan Porsi Dikembalikan di SMAN 7 Kerinci, Kepsek Bantah Tolak Program MBG

Petugas mengangkut kembali menu MBG dari SMAN 7 Kerinci.-ist/jambi independent-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO. - Beberapa waktu lalu, sebuah video yang memperlihatkan petugas Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) mengangkut kembali ratusan porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SMA Negeri 7 Kerinci, Desa Lindung Jaya, mendadak viral di media sosial dan menuai sorotan publik. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/4).
Kepala SPPG Kayu Aro Mekar Jaya, Muhammad Hapiz, mengungkapkan bahwa sekitar 500 porsi makanan dikembalikan ke pihaknya. Ia menilai kejadian tersebut dipicu kurangnya komunikasi antara sekolah dan penyedia makanan, khususnya terkait jumlah kehadiran siswa.
“Kami tidak mendapat informasi soal ketidakhadiran siswa. Kalau ada keluhan soal menu, kenapa tidak disampaikan sebelumnya? Kita juga sudah ada grup WhatsApp,” ujar Hapiz saat dikonfirmasi, Minggu (19/4).
Hapiz menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya menyediakan variasi menu dengan sumber protein berbeda, seperti ayam, telur, dan ikan nila. Namun, ia mengakui tingginya harga bahan pangan, terutama daging, menjadi kendala dalam menjaga keberagaman menu harian.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 7 Kerinci, Zulfiardi, membantah anggapan bahwa sekolahnya menolak program MBG. Ia menegaskan bahwa makanan yang dikembalikan merupakan sisa akibat banyaknya siswa kelas XII yang tidak lagi aktif mengikuti kegiatan belajar karena tengah mempersiapkan acara perpisahan.
“Itu bukan penolakan. Sisa terjadi karena kelas XII sudah tidak aktif. Jadi yang hadir hanya panitia perpisahan,” jelasnya.
Zulfiardi juga mengoreksi jumlah porsi yang dikembalikan. Menurutnya, jumlah sebenarnya berkisar antara 275 hingga 300 porsi, bukan 500 seperti yang disebutkan sebelumnya.
Meski demikian, ia tidak menampik adanya keluhan dari siswa terkait menu yang dianggap kurang variatif.
“Kalau setiap hari ayam dan telur, anak-anak juga bosan. Jadi ini bukan penolakan program, tapi lebih ke sisa dan adanya keluhan menu,” tambahnya.
Dalam video yang beredar, terlihat ratusan ompreng berisi makanan yang sempat diturunkan dari kendaraan, kemudian dimuat kembali. Terdengar suara seorang wanita yang mengatakan bahwa makanan tersebut dikembalikan karena tidak diminati siswa.
Menu MBG pada hari kejadian diketahui terdiri dari nasi, telur ceplok dengan sambal, sayur, perkedel, dan potongan buah semangka.



Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait