b9

Efek Keracunan MBG di Sengeti: Kepercayaan Warga Tergerus, Sekda Muaro Jambi Beri Sinyal Sanksi Keras

Efek Keracunan MBG di Sengeti: Kepercayaan Warga Tergerus, Sekda Muaro Jambi Beri Sinyal Sanksi Keras

Ilustrasi. -ist/jambi-independent.co.id-pixabay.com

MUARO JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kasus keracunan massal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Sekernan, Senin pagi 2 Februari 2026 menyisakan dampak serius.

Tak hanya soal kesehatan, insiden ini juga menggerus kepercayaan masyarakat terhadap program strategis nasional tersebut.

Merespons kondisi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, langsung mengumpulkan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta pihak terkait.

Hasil rapat menghasilkan keputusan tegas: Dapur MBG milik Yayasan Aziz Rukiyah Amanah di Sengeti dijatuhi sanksi dan dihentikan sementara.

BACA JUGA:Siap Mengaspal! Bocoran MG S5 EV, Mobil Listrik Baru yang Debut di IIMS 2026

Budhi menegaskan, kejadian ini menjadi ujian berat bagi keberlangsungan program MBG di Muaro Jambi, terutama dari sisi kepercayaan publik.

“Kepercayaan masyarakat, baik dari anak-anak, orang tua, maupun wali murid, memang tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Tapi syarat utama program ini jelas, makanan yang disajikan harus aman dan sehat,” tegas Budhi.

Keselamatan Anak Jadi Garis Merah

Meski demikian, Budhi menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi tetap berkomitmen mendukung program MBG sebagai bagian dari kebijakan strategis nasional. Namun, keselamatan dan kesehatan anak tidak bisa ditawar.

Saat ini, operasional dapur MBG Yayasan Aziz Rukiyah Amanah yang berlokasi di RT 13 Kelurahan Sengeti masih dihentikan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan investigasi menyeluruh.

BACA JUGA:Operasi Keselamatan Siginjai 2026 Dimulai, Polda Jambi Gelar Razia 2–15 Februari, Ini Titik Rawan

“Hasil investigasi nanti akan kami sampaikan ke BGN pusat. Dari sana akan ditentukan apakah program ini dapat dilanjutkan, termasuk langkah perbaikan yang wajib dilakukan,” jelasnya.

Insiden Pertama, Tapi Tak Akan Ditoleransi Jika Terulang

Budhi mengakui hingga kini belum dapat memastikan kapan hasil laboratorium keluar, mengingat pemeriksaan dilakukan di tingkat provinsi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait