b9

Enam Kali Erupsi, Letusan Kolom Abu Gunung Semeru Mencapai 1.000 Meter

Enam Kali Erupsi, Letusan Kolom Abu Gunung Semeru Mencapai 1.000 Meter

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1 km di atas puncak pada Senin (13/4/2026) pagi. -ANTARA/HO-PVMBG-

LUMAJANG, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Erupsi kembali terjadi di Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten LUMAJANG dan Malang, Jawa Timur, pada Senin pagi. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu setinggi kurang lebih 1.000 meter dari puncak.

Berdasarkan laporan resmi dari petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, erupsi tercatat terjadi pada pukul 09.23 WIB. 

Ketinggian kolom abu mencapai sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal, bergerak ke arah barat dan barat laut.

Aktivitas erupsi juga terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan berlangsung selama 113 detik.

BACA JUGA:Perjalanan Panjang Berbuah Manis! Budi Setiawan Resmi Raih Gelar Doktor di Universitas Jambi

Hingga saat ini, pihak berwenang terus memantau aktivitas gunung guna mengantisipasi potensi bahaya lanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami erupsi sebanyak enam kali dengan erupsi pertama terjadi pada pukul 05.45 WIB dengan tinggi kolom letusan 500 meter di atas puncak, kemudian pukul 07.36 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak.

Kemudian pukul 07.52 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 kilometer (km) di atas puncak, pukul 08:17 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak, pukul 08.53 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 1 km di atas puncak, dan erupsi keenam terjadi pukul 09.23 WIB.

Ia menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

BACA JUGA:Beri Apresiasi, Pertamina Dukung Penuh Polda Jambi Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi

Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," kata Sigit Rian Alfian.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. *

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: