Dari Kasir hingga Desainer Grafis: Daftar Lengkap Pekerjaan yang Terancam Digantikan AI
Ilustrasi Kehilangan Pekerjaan--Freepik.com
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Perubahan besar di dunia kerja tak lagi bisa dihindari. Kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi, diperkirakan akan menghapus jutaan pekerjaan dalam beberapa tahun ke depan — sekaligus membuka peluang baru yang menuntut adaptasi cepat.
Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum (WEF) memperkirakan sekitar 92 juta pekerjaan, atau 8% dari total pekerjaan global, akan hilang pada 2030.
Sementara itu, riset McKinsey Global Institute menyebut otomatisasi berpotensi menggeser hingga 12 juta pekerja di Amerika Serikat dan Eropa dalam lima tahun ke depan.
Pekerjaan yang paling berisiko adalah yang bersifat repetitif, terstruktur, dan mudah diprediksi. Aktivitas seperti pengolahan data, administrasi, hingga operasional kini semakin dapat dilakukan mesin dengan kecepatan dan akurasi lebih tinggi.
Sektor perbankan, hukum, logistik, dan ritel diperkirakan akan terdampak signifikan.
"Pengumpulan dan pengolahan data adalah dua kategori aktivitas lain yang semakin dapat dilakukan dengan lebih baik dan lebih cepat dengan mesin.
Hal ini dapat menggantikan sejumlah besar tenaga kerja, misalnya, dalam pengurusan hipotek, pekerjaan paralegal, akuntansi, dan pemrosesan transaksi back-office," demikian pernyataan laporan McKinsey yang dikutip Forbes, Senin (30/3/2026).
Berikut 21 jabatan yang diprediksi akan semakin berkurang atau bahkan hilang pada 2030:
- Petugas layanan pos
- Teller bank dan petugas terkait
- Staf input data
- Kasir ritel dan petugas tiket
- Asisten administrasi dan sekretaris
- Pekerja percetakan
- Staf akuntansi dan payroll
- Petugas pencatatan stok
- Petugas transportasi dan konduktor
- Sales door-to-door, penjual koran, dan pedagang kaki lima
- Desainer grafis (untuk tugas rutin/template-based)
- Penilai klaim asuransi
- Pekerja hukum (legal officials) untuk tugas dokumentasi
- Sekretaris hukum
- Telemarketer
- Staf IT dasar (helpdesk level 1)
- Pekerja lini produksi
- Operator mesin konvensional
- Pekerja gudang (picking & handling)
- Underwriter asuransi
- Agen perjalanan
Kabar Baik di Balik Disrupsi
Di balik hilangnya pekerjaan lama, muncul peluang besar. WEF memperkirakan sekitar 170 juta pekerjaan baru akan tercipta hingga 2030 — atau setara 14% dari total pekerjaan saat ini.
Pekerjaan baru ini akan didorong oleh perkembangan AI, ekonomi digital, transisi energi bersih, serta kebutuhan akan layanan berbasis manusia yang empatik dan kreatif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




