b9

Puluhan Siswa Keracunan Menu MBG, Operasional Dapur Program Makan Gratis Langsung Dihentikan

Puluhan Siswa Keracunan Menu MBG, Operasional Dapur Program Makan Gratis Langsung Dihentikan

Puluhan siswa keracunan menu MBG.-ist/jambi-independent.co.id-freepik.com

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Sebanyak 60 siswa di Jakarta Timur dilaporkan mengalami gejala gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Insiden ini memicu respons cepat dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang langsung menghentikan sementara operasional dapur penyedia makanan.

Kejadian tersebut terjadi di wilayah Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur. Menyikapi peristiwa ini, pihak BGN menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa, orang tua, serta pihak sekolah.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan lembaganya akan bertanggung jawab penuh terhadap penanganan para korban.

BACA JUGA:Bangkit dari Keterbatasan, Usaha Kue Tantiningsih Kini Topang Ekonomi Keluarga Berkat Sinergi Holding UMi

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” ujar Nanik dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu 4 April 2026.

Dapur Penyedia MBG Langsung Disuspend

Sebagai langkah antisipasi, BGN memutuskan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2 untuk sementara waktu.

Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan evaluasi awal terhadap fasilitas dapur dan sistem pengolahan makanan.

“SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah, masih belum memenuhi standar,” jelas Nanik.

BACA JUGA:Makanan Program MBG di Sengeti Tercemar Bakteri, Dapur SPPG Dihentikan Sementara dan Dapat 9 Teguran Keras

Langkah ini dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan dapat dipenuhi sebelum operasional kembali dijalankan.

Berawal dari Laporan Guru

Insiden ini bermula ketika pihak sekolah menerima laporan dari guru mengenai sejumlah siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait