Heboh! Sebagian Warga Sumsel Lebaran Lebih Dulu Hari Ini, Ini Alasan di Baliknya
Perbedaan pelaksanaan Idul Fitri di Indonesia.-ist/jambi-independent.co.id-
SUMSEL, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Di tengah penantian hasil resmi sidang isbat, kejutan datang dari Sumatera Selatan.
Sejumlah warga justru lebih dulu merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah pada Kamis pagi tanggal 19 Maret 2026.
Salat Idulfitri digelar di halaman Masjid Al-Mustanir, kawasan Jalan Gubernur H Bastari, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin.
Momen ini langsung menyita perhatian karena dilakukan sebelum keputusan pemerintah diumumkan.
BACA JUGA:Lebaran Besok atau Lusa? Sidang Isbat Digelar Hari Ini, Ini Penentuan 1 Syawal 1447 H!
Gunakan Rukyat Global, Bukan Menunggu Sidang Isbat
Kelompok jemaah tersebut menetapkan 1 Syawal lebih awal dengan menggunakan metode rukyat global, yakni mengikuti hasil pengamatan hilal dari berbagai negara.
Bertindak sebagai imam, Syahrul Musta’in menjelaskan bahwa pihaknya mengacu pada pandangan tiga mazhab besar dalam Islam, yakni Maliki, Hambali, dan Hanafi.
“Jika hilal terlihat di suatu negeri, maka negeri lain mengikutinya,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah adanya laporan terlihatnya hilal di sejumlah negara, seperti Afghanistan dan Turki.
BACA JUGA:Transfer ke Daerah Dipersoalkan, Pengamat: Nilainya Justru Terus Meningkat
Beda Metode, Beda Hari Lebaran
Fenomena ini kembali menegaskan perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia.
* Muhammadiyah menggunakan metode hisab (perhitungan astronomi)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



