Lebaran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Prediksi Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
Kapan Lebaran 2026? Simak perkiraan Idul Fitri 1447 H versi pemerintah, NU, dan Muhammadiyah-jambi-independent-Kemenag RI
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Pertanyaan mengenai kapan Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 mulai ramai diperbincangkan seiring mendekatnya akhir bulan Ramadan.
Masyarakat pun mulai bersiap menyambut hari raya, mulai dari mudik hingga kebutuhan lainnya.
Pada Selasa, 17 Maret 2026, umat Islam di Indonesia telah memasuki hari ke-27 Ramadan 1447 H. Artinya, momen Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari.
Penetapan 1 Syawal memiliki arti penting karena menjadi penanda berakhirnya ibadah puasa Ramadan sekaligus awal perayaan Lebaran.
BACA JUGA:Jangan Sampai Salah Jalur! Ini Jadwal One Way dan Ganjil-Genap Mudik 2026
Selain sebagai hari kemenangan, Idul Fitri juga identik dengan tradisi mudik, berkumpul bersama keluarga, hingga mempererat tali silaturahmi.
Lalu, kapan Lebaran 2026 akan dirayakan?
Perkiraan Lebaran 2026 Versi Pemerintah
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan 1 Syawal melalui sidang isbat. Sidang ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.
Sidang isbat akan digelar di Jakarta mulai pukul 16.00 WIB dengan melibatkan berbagai pihak, seperti organisasi Islam, pakar astronomi, hingga instansi terkait.
Dalam penentuannya, pemerintah menggunakan metode gabungan antara hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal di berbagai wilayah Indonesia).
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kemenag, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat.
Versi Nahdlatul Ulama (NU)
Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan sabit muda.
Jika hilal terlihat pada 29 Ramadan, maka keesokan harinya ditetapkan sebagai 1 Syawal. Namun jika tidak terlihat, Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari.
BACA JUGA:Wajib Punya Saat Mudik! 5 Aplikasi Pantau Lalu Lintas Mudik 2026 yang Wajib Kamu Unduh
Karena itu, hingga saat ini penetapan Lebaran versi NU masih menunggu hasil rukyat yang akan dilakukan pada 19 Maret 2026.
Versi Muhammadiyah
Berbeda dengan pemerintah dan NU, Muhammadiyah menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi.
Berdasarkan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan ini mengacu pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang memungkinkan penentuan tanggal jauh hari sebelumnya.
BACA JUGA:Hindari Macet Horor! Jalur Jambi–Palembang Ditutup Sementara, Ini Alternatifnya
Mengapa Bisa Berbeda?
Perbedaan penetapan Lebaran biasanya terjadi karena perbedaan metode yang digunakan, yakni:
-
Hisab (perhitungan astronomi)
-
Rukyatul hilal (pengamatan langsung)
Selain itu, faktor lain seperti kondisi cuaca, ketinggian hilal, hingga perbedaan interpretasi data astronomi juga turut memengaruhi.
BACA JUGA:Jalur ke Palembang Disekat, Polisi Pasang Penghalang di Sejumlah Titik di Jambi
Kesimpulan
Berdasarkan berbagai perkiraan yang ada saat ini:
-
Muhammadiyah: 20 Maret 2026
-
Pemerintah: 21 Maret 2026 (perkiraan kalender)
-
NU: menunggu hasil rukyat
Dengan demikian, Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026, tergantung hasil sidang isbat pemerintah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



