b9

Transisi Motor Listrik Dipacu, Bahlil Siapkan Insentif untuk Masyarakat

Transisi Motor Listrik Dipacu, Bahlil Siapkan Insentif untuk Masyarakat

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut langkah ini sebagai strategi jangka panjang-Jambi-Independent-akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Pemerintah terus menyiapkan berbagai strategi jangka panjang untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah mempercepat program konversi kendaraan berbahan bakar bensin menjadi kendaraan listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah berencana memberikan berbagai insentif untuk mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik, khususnya melalui program konversi motor bensin menjadi motor listrik.

Menurut Bahlil, langkah ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM sekaligus menekan emisi polusi.

BACA JUGA:Harga Emas Antam Melonjak Tajam! Tembus Rp3.087.000 per Gram, Investor Langsung Bereaksi

 

“Konversi ini kan bagian dari strategi untuk mengalihkan kendaraan, khususnya motor dan mobil, dari bensin ke baterai. Ini jangka panjang untuk mengurangi polusi kita juga, karena ini bagian dari energi baru terbarukan,” kata Bahlil di Kementerian ESDM.

 

Pemerintah Siapkan Insentif

Bahlil menegaskan pemerintah akan tetap hadir untuk membantu masyarakat dalam proses transisi dari kendaraan berbahan bakar bensin menuju kendaraan listrik.

Dalam proses peralihan tersebut, pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif atau stimulus agar masyarakat lebih tertarik melakukan konversi kendaraan.

“Nah, sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika di-switch dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya lah,” ujarnya.

Langkah ini juga menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap ketidakpastian pasokan energi global serta potensi lonjakan harga minyak dunia yang dapat mempengaruhi biaya energi domestik.

BACA JUGA:Diskon Motor Listrik Honda Menggila: Didiskon Rp24 Juta, Harga Jadi Segini

 

Percepat Program Energi Alternatif

Selain mendorong program konversi kendaraan listrik, pemerintah juga akan mempercepat pemanfaatan bahan bakar nabati sebagai alternatif energi.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah meningkatkan campuran biodiesel hingga B50 dari program sebelumnya B40.

Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong penggunaan bioetanol E20 pada bahan bakar jenis bensin untuk meningkatkan porsi energi terbarukan.

Menurut Bahlil, langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap minyak fosil yang harganya sangat dipengaruhi kondisi global.

BACA JUGA:APBN Defisit Rp135,7 Triliun, Pengamat Sebut Hanya Peredam Guncangan Awal Tahun

 

“Karena kalau harga minyak fosil bisa melampaui US$100 per barel, maka akan lebih murah jika kita melakukan blending.

Untuk diesel, dari B40 sekarang menjadi B50. Atau kita bikin mandatori untuk bensin dan itu lebih bersih,” katanya.

 

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap transisi menuju energi yang lebih bersih dapat berjalan secara bertahap sekaligus tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat.

Program konversi kendaraan listrik serta pemanfaatan bahan bakar nabati diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang untuk menciptakan sistem energi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Indonesia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: