Honda City Hatchback Stop Produksi, Sinyal Kuat Jazz Comeback ke Indonesia?
Honda resmi menghentikan produksi City Hatchback di Indonesia-ilustrasi/jambi-independent.co.id-Honda Indonesia
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - PT Honda Prospect Motor (HPM) resmi menghentikan produksi Honda City Hatchback di Indonesia.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan tren penjualan serta permintaan pasar mobil hatchback yang terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Sales & Marketing & Aftersales Director PT HPM, Yusak Billy, di kantor pusat HPM, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (3/3).
Menurut Billy, penghentian produksi dilakukan sejak tahun lalu, menyusul melemahnya demand di segmen hatchback.
"City Hatchback itu kita sudah stop produksi ya, tapi penjualannya masih ada. Ya karena ini demand-nya sekarang berkurang. Stop produksinya tahun lalu," ujarnya.
BACA JUGA:Pikap India untuk Koperasi Merah Putih, Bagaimana Nasib Suku Cadangnya?
Stok Masih Tersedia
Meski produksi dihentikan, konsumen yang berminat masih bisa mendapatkan unit dengan nomor rangka (VIN) tahun 2025 yang tersedia di jaringan diler Honda.
HPM juga memastikan layanan purna jual tetap berjalan normal, termasuk ketersediaan suku cadang dan servis berkala.
Billy menegaskan, langkah ini bukan berarti model tersebut diskontinyu total.
"Kita tidak ada bicara diskontinyu total ya. Kita lihat perkembangan market seperti apa itu yang menentukan kita terus atau tidak. Bisa saja jika market butuh, kenapa tidak," jelasnya.
BACA JUGA:Mobil Operasional Koperasi Merah Putih Pakai Mahindra Scorpio, Ini Detailnya
Pengganti Jazz yang Kini Ikut Dipertanyakan
Sebagai informasi, Honda City Hatchback pertama kali meluncur di Indonesia pada 3 Maret 2021. Mobil ini hadir sebagai pengganti langsung Honda Jazz yang telah lebih dulu pamit dari pasar Tanah Air.
Dirakit lokal di Karawang, City Hatchback dibekali mesin 1.500 cc DOHC i-VTEC dan varian RS sebagai ujung tombak penjualan.
Model ini juga sempat mendapat penyegaran fitur seperti Honda Sensing dan Honda Connect untuk meningkatkan daya saing.
Namun, dominasi SUV dan pergeseran preferensi konsumen membuat segmen hatchback kian tergerus.
BACA JUGA:Harga di Bawah Rp1 Juta, Dashcam Ini Punya Fitur Voice Command
Peluang Jazz Comeback?
Lalu, apakah berhentinya produksi City Hatchback membuka jalan bagi Jazz untuk kembali?
Menariknya, HPM tidak menutup kemungkinan tersebut. Billy menyebut segala peluang tetap terbuka, selama sesuai dengan kebutuhan pasar.
"Segala kemungkinan pasti ada ya. Tapi kita pelajari market-nya seperti apa, kemudian yang dibutuhkan konsumen seperti apa. Kita tidak pernah bicara mobil itu sudah totally discontinue," imbuhnya.
Sebagai catatan, Honda Jazz pernah menjadi salah satu hatchback paling populer di Indonesia sejak 2004 hingga 2021. Model ini bahkan mendominasi pasar dan memiliki basis penggemar yang kuat.
BACA JUGA:Musim Mudik Tiba, Cegah Penipuan dan Permudah Klaim Asuransi, Ini Pentingnya Dashcam
Kini, nasib hatchback Honda di Indonesia sepenuhnya bergantung pada pergerakan pasar. Jika demand kembali menguat, bukan tidak mungkin Jazz akan kembali meramaikan jalanan Tanah Air.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



