Akan Ada 2 Pasar Bedug, Pedagang di Kota Jambi Dikenakan Berbagai Retribusi

Akan Ada 2 Pasar Bedug, Pedagang di Kota Jambi Dikenakan Berbagai Retribusi

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Tiap bulan ramadan tiba, tentu kita tak asing akan keberadaan pasar bedug. Tempat di mana, masyarakat membeli makanan dan minuman sebagai menu berbuka puasa mereka.

Memang di Kota Jambi, sejak pandemi ini kebaradaan pasar bedug sangat jarang. Alih-alih untuk menghindari kerumunan. Bahkan, beberapa tahun belakangan ini, Pemkot Jambi membuka pasar bedug secara online.

Namun, pada ramadan 1443 H tahun 2022 ini, Pemkot Jambi memastikan akan membuka pasar bedug di dua titik yang berbeda. Yakni yang berada di Jalan W R Supratman dan Jalan Mr Assaat, Kecamatan Pasar.

“Lokasi yang dekat Gang Siku sama Seimens. Baik pedagang kuliner maupun kebutuhan makanan,” sebut Kepala Disperindag Kota Jambi, Yon Heri.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Kamu Hari Ini, Sabtu 26 Maret 2022

Baca Juga: Ramalan Zodiak Karir Hari Sabtu 26 Maret 2022: Sagitarius, Ide Kamu Ditentang

Saat ini kata Yon Heri, pihaknya masih dalam perisapan. Baik tengah mendata maupun menginventarisir fasilitas dan keperluan pedagang.

Ditanya apakah para pedagang ini dikenakan biaya, Yon Heri menyebutkan, ada biaya sewa dan retribusi yang akan diberikan ke pedagang.

“Kita hanya memfasilitasi. Seharusnya, pedagang mencari tenda, tempat, meja dan lainnya sendiri. Tapi ini kita fasilitasi. Kalau mereka bersedia, ya silakan,” timpalnya.

“Kewajiban pedagang ada, yakni retribusi pasar, kebersihan dan parkir itu yang harus dipenuhi,” tambahnya.

Baca Juga: 3 Camilan Rendah Kalori, Cocok Untuk Diet Bikin Badan Tetap Langsing

Baca Juga: Cuaca Panas di Jambi Terjadi Hingga April, BMKG: Disebabkan Fenomena La Lina Lemah

Lanjut Yon Heri, dua pasar bedug itu adalah yang dikelola Pemkot Jambi. Namun bagi pasar bedug yang berada di titik lain, Yon Heri mempersilakannya. Akan tetapi tetap tidak mengganggu ketertiban umum maupun lalu lintas.

“Kita izinkan yang berada dikewenangan pemerintah, yang spontanitas. Nanti itu dimonitor pihak kecamatan,” pungkasnya. (zen)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: