Hasil Verifikasi Calon Rektor UIN STS Jambi, Prof As'ad Isma Tak Lolos, Ini Alasannya

Hasil Verifikasi Calon Rektor UIN STS Jambi, Prof As'ad Isma Tak Lolos, Ini Alasannya

Hasil Verifikasi Calon Rektor UIN STS Jambi, Prof As'ad Isma Tak Lolos-Ist/jambi-independent.co.id -

“Jadi, pertama, Tim Penjaringan ini hanya berpegang pada persyaratan administrasi. Kalau satu persyaratan administrasi yang dimiliki salah satu calon, atas nama Prof As’ad, itu dinilai SKP4nya (penilaian kinerjanya) rendah. Jadi, salah satu kenerja pokoknya, dari sekian banyak item, penilaian kerjanya rendah,” katanya.

BACA JUGA:Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Mulia Prianto, Hadiri Pembukaan Semarak Ekonomi Syariah Jambi 

BACA JUGA:Satgas TMMD ke-117 Kodim 01416/Bute Latih Anak-anak Baris Berbaris

“Penilaian kerjanya rendah itulah, oleh tim penjaringan menjadi syarat tidak lolosnya dia sebagai syarat calon. Sedangkan syarat berbunyi begitu. Skp4nya harus baik selama enam bulan. Jadi itu menjadi syarat menolak atau menjegal Prof As’ad,” bebernya.

Meski demikian, menurut Mukhtar, bahwa peluang bagi Prof As’ad Isma untuk maju tetap bisa, yakni dengan melakukan banding ke pusat.

“Peluang untuk beliau maju ada jalan, tetap harus banding ke pusat. Nanti pusat lakukan verifikasi, apakah objektif penilaian rektor sebagai atasan langsungnya itu terhadap penilaian kerjanya itu,” bebernya.

Dijelaskan Mukhtar, bahwa jika dilakukan banding, maka akan diverifikasi oleh pusat. “Salah satu contoh misalnya, atasan ini memberikan pekerjaan atau tidak kepada yang bersangkutan. Misalnya, pekerjaan ada 10 macam. Nah, dari 10 itu, misalnya tidak dikerjakan atau dikerjakan sebagian, sebagian lain terlantar. Nah itu menjadi dasar menilai pekerjaan itu rendah atau buruk,” ujarnya.

BACA JUGA:Hadapi Pemilu 2024, Pj Bupati Bachyuni Ikuti Rakor Netralitas ASN di Jakarta 

BACA JUGA:5 Zodiak yang Memiliki Gaya 'Old Money' yang Elegan dan Berkelas

Tetapi, lanjut dia, jika pekerjaan tidak diberikan dan tugas tidak diberikan oleh atasan, maka muncul sebuah penilaian, maka itu disebut subjektif.

“Kan setiap jabatan ini ada tugas pokok, tapi kalau tugas dan pekerjaan tidak diberikan, atau katakanlah meja kosong. Tiba-tiba penilaian muncul, itu kan namanya subjektif. Itu kalau dibanding, akan diverifikasi oleh pusat, benar objektif atau tidak penilainnya,” jelasnya.

Selain itu, Mukhtar mengatakan, senat tentunya juga akan melakukan verifikasi terhadap hasil verifikasi yang disampaikan oleh rektor nantinya.

“Senat pun sebelum menilai dan memberi pertimbangan, akan diverifikasi dulu persyaratannya. Apakah persyaratan calon ini memang sudah memenuhi standar atau tidak. Dan kalau ada yang gugur, akan kita kejar juga, sebelum dikirim ke pusat, penyebabnya apa. Jika ada yang diganjal karena SKP4, kita mau tanya, apakah penilaian sudah objektif atau belum,” tandasnya.

BACA JUGA:5 Shio yang Hidup Bahagia dan Kaya Raya di Masa Tua, Benar-benar Menikmati Hidup 

BACA JUGA:Zodiak yang Gak Pelit, Senang Menolong Meski Kehidupannya Tak Mudah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: