Hari Raya Qurban Sudah Dekat, Benarkah Makan Daging Kambing Menyebabkan Hipertensi, Mitos atau Fakta?

Hari Raya Qurban Sudah Dekat, Benarkah Makan Daging Kambing Menyebabkan Hipertensi, Mitos atau Fakta?

Mitos makan daging kambing bisa sebabkan hipertensi.-freepik/jambi-independent.co.id-freepik.com

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Hari Raya Qurban semakin mendekat dan tradisi makan daging kambing akan segera dilakukan oleh banyak orang.

Namun, ada kekhawatiran yang beredar di masyarakat tentang benarkah makan daging kambing menyebabkan hipertensi?

Daging kambing selalu dihubungkan dengan hipertensi. Sejak dulu, masyarakat memang beranggapan bahwa makan daging kambing membuat hipertensi. Tapi benarkah makan daging kambing menyebabkan hipertensi?

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengetahui benarkah makan daging kambing menyebabkan hipertensi. Faktanya, makan daging kambing tidak menyebabkan hipertensi.

BACA JUGA:Ternyata Keseringan Duduk dengan Menyilangkan Kaki Tak Baik, ini Dampaknya

BACA JUGA:SUBHANALLAH, Surga Sangat Rindu dengan 4 Golongan Manusia Ini, Apakah Kamu Termasuk?

Salah satu alasan mengapa daging kambing tidak menyebabkan hipertensi adalah karena kandungan lemak jenuhnya yang lebih rendah daripada daging lainnya.

Bahkan, daging kambing mengandung lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi tubuh. Jadi, anggapan bahwa makan daging kambing dapat menyebabkan hipertensi tidak benar.

Namun, faktor yang mungkin memicu hipertensi setelah mengonsumsi daging kambing adalah kesalahan dalam pengolahan daging itu sendiri.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan cara pengolahan dan bahan-bahan yang digunakan.

BACA JUGA:Panji Gumilang Sebut Doa Jangan Pakai Aamiin, Gak Bakal Dikabulkan Allah, UAS Langsung Beri Jawaban Menohok!

BACA JUGA:Stok Hewan Qurban Aman hingga Idul Adha, Pemkab Bungo Intens Lakukan Pengecekan Kesehatan Hewan

Beberapa orang yang memiliki tekanan darah tinggi mungkin menjadi waspada saat mengonsumsi hidangan daging kambing setelah Idul Adha.

Namun, sebenarnya ancaman yang lebih besar berasal dari asupan garam yang berlebihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: