3 Alasan Kenapa Motor Gak Boleh Lewat Jalan Tol di Indonesia

3 Alasan Kenapa Motor Gak Boleh Lewat Jalan Tol di Indonesia

Ilustrasi jalan tol: Alasan kenapa motor tidak boleh lewat jalan tol di Indonesia -Pixabay/jambi-independent.co.id-

2. Jalan Tol Bali-Mandara

Jalan tol Bali-Mandara adalah jalan tol kedua yang boleh dilewati sepeda motor di Indonesia. 

Jalan Tol Bali-Mandara ini dilengkapi pula dengan pengukur kecepatan angin.

BACA JUGA:Inilah 7 Kota Terkaya di Pulau Sumatera, Ada 1 Kota dari Provinsi Jambi Lho, Kota Apa ya? 

BACA JUGA:Deretan Shio Diprediksi Paling Banyak Rezeki Tahun 2023, Tabungan dan Investasi Membengkak

Sehingga, jika angin kencang, tol Bali-Mandara bakal ditutup untuk pengendara motor.

Jika terjadi angin kencang dengan kecepatan 40km/jam atau lebih maka jalan tol ini akan ditutup untuk kendaraan roda dua dengan alasan keselamatan. 

Alat deteksi angin ini terdapat di tiga gerbang yang ada yaitu gerbang Nusa Dua, Ngurah Rai dan Benoa. 

Jalan tol ini beroperasi sejak tahun 2013 diresmikan Presiden Jokowi.

BACA JUGA:Asal Mula Permusuhan Kucing dan Tikus, Berdasarkan Legenda 12 Hewan dalam Shio 

BACA JUGA:7 Shio Paling Sukses Tahun 2023, Bisnis Lancar, Gaji dan Bonus Naik

Jalan Tol Bali Mandara sepanjang 12,7 Km ini memiliki arti nama Mandara berasal dari singkatan "Maju, Aman, Damai dan Sejahtera" dan mengusung konsep green, strong, dan beauty toll road. 

Jalan tol ini dibangun untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini terpusat di Bali Selatan yang menghubungkan segitiga emas antara Ngurah Rai, Benoa, dan Nusa Dua. 

Jalan tol ini sekaligus menjadi pelengkap akses jaringan jalan di Pulau Bali sehingga mempermudah akses ke pelabuhan maupun kawasan wisata lainnya.

Jalan Tol Atas Laut pertama di Indonesia ini di desain dengan menjaga estetika, keindahan arsitektur, dan tetap mengusung budaya khas Bali menghubungkan wilayah Ngurah Rai, Benoa, dan Nusa Dua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber