Pemerintah Siapkan Mobil Anti Peluru untuk KTT G20

Pemerintah Siapkan Mobil Anti Peluru untuk KTT G20

Kendaraan Resmi G20 Summit Genesis Electrified G80 dan Hyundai IONIQ 5 Tiba di Bali-Foto : Hyundai-

Jadi tentu saja di setiap KTT apalagi KTT besar seperti G20 ini group of twenty, ada yang anggapan sebagai Giant Twenty karena negaranya negara besar semua, dalam hal ekonomi, itu selalu ada dinamika permintaan fasilitas khusus, akomodasi yang khusus karena mereka membawa rombongan dalam jumlah yang sangat besar,” jelasnya.

Ada juga yang meminta fasilitas untuk diberikan kendaraan keras, kendaraan keras itu bullet proof, kendaraan anti peluru. 

BACA JUGA:Dewi Rezer Siap Dinikahi Bule Kanada setelah 5 Tahun Pacaran

BACA JUGA:Pinkan Mambo Klarifikasi Soal Jadi Simpanan Pria Kaya

Satya melanjutkan Indonesia juga menyiapkan kendaraan anti peluru bagi negara yang melakukan permintaan lebih dahulu. Sebab jumlahnya terbatas.

"Kami sarankan bagi mereka yang mempunyai kendaraan anti peluru, mereka bisa membawa sendiri atau kami menyediakan tapi sangat terbatas jumlahnya. Kita berikan kepada mereka yang meminta terlebih dahulu, kita berikan,” lanjut Setya.

KTT G20 juga menjadi wujud komitmen dalam green energy Pemerintah Indonesia dengan menyiapkan kendaraan listrik, baik bagi para Pemimpin, delegasi resmi, maupun jurnalis, untuk berkegiatan di kawasan Nusa Dua.

Sebagai tuan rumah dazs qlam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, pada November mendatang, acara-acara  menyediakan 1.172 kendaraan listrik. Jumlah tersebut mencakup 962 mobil listrik, 454 motor listrik, dan 26 bus litertera strik.

BACA JUGA:Pedagang Mulai Resah, Dalam Seminggu Harga Beras di Kota Jambi Sudah 3 Kali Naik, Salah Satu Penyebab Inflasi

BACA JUGA:Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kominfo, Dugaan Korupsi Proyek BTS Senilai Rp 10 Triliun

 "Jadi jumlah keseluruhannya 962 kendaraan (mobil) listrik serta 2454 motor listrik serta ada 26 bus listrik," lanjutnya.

Dari jumlah mobil listrik yang disediakan, sebanyak 836 mobil merupakan endorse dari pihak swasta seperti Hyundai, Toyota, dan Wuling memberikan endorse kepada pemerintah. Sementara sisanya, yaitu mobil yang dibeli pemerintah untuk kebutuhan TNI Polri.

836 (mobil listrik) adalah kerjasama antara Kementerian kami anggota Perencanaan Nasional dengan Hyundai Toyota dan Wuling ini endorse saja, jadi ini free tidak membayar sama sekali," tuturnya.

Menurutnya pembelian mobil listrik untuk TNI/Polri juga sekaligus untuk menggantikan kendaraan-kendaraan yang rusak. Dan memang, imbuh Setya, pemerintah serius untuk memulai pengadaan kendaraan listrik.

BACA JUGA:Toilet Muda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: disway.id