279.370 Warga Jambi Masuk Kategori Miskin, Daerah Mana yang Paling Banyak?

279.370 Warga Jambi Masuk Kategori Miskin, Daerah Mana yang Paling Banyak?

Ilustrasi penduduk miskin. -Ilustrasi-Pixabay-Pixabay

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Berdasarkan data hasil survey dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, angka Kemiskinan di Provinsi Jambi turun 0,47 persen dari tahun sebelumnya.

Kepala BPS Provinsi Jambi Agus Sudibyo menjelaskan data tersebut berdasarkan rilis per 1 Agustus 2022. Di mana angka kemiskinan di Provinsi Jambi sebesar 7,62 persen.

"Angka yang dirilis 1 Agustus itu kemiskinan bulan Maret 2022. Angka kemiskinan di Jambi itu 7,62 persen jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2021 turunnya cukup jauh yaitu 0,47 persen," jelasnya Kamis, 22 September 2022.

Ditambahkan Agus, jika dihitung maka masih ada 279.370 warga di Provinsi Jambi yang termasuk dalam kategori miskin.

BACA JUGA:Usai Diperiksa KPK, Zainal Abidin Sebut Ada Anggota Dewan Coba Rekayasa Kasus Suap Ketok Palu

BACA JUGA:Kasrem 042/Gapu Buka Kegiatan Pembinaan dan Pemberdayaan Keluarga Besar TNI

Agus mengatakan angka kemiskinan terendah berada di Kota Sungai Penuh yaitu 3,41 persen atau sekitar 3.000 penduduk miskin. Dan tertinggi di kabupaten Tanjab Timur 11,39 persen atau 24.000 penduduk miskin.

"Tapi kalau kita bicara absolut maka penduduk miskin paling banyak ada di Kota Jambi. Karena Kota Jambi penduduknya besar, meski persentasenya kecil. Yaitu 9,32 persen tetapi secara absolutnya ada 54 ribuan penduduk miskinnya," ujarnya.

Agus menerangkan, angka kemiskinan dipengaruhi oleh tingginya harga komoditas yang dikonsumsi oleh masyarakat di suatu tempat, maka potensi meningkatnya kemiskinan juga semakin besar.

Sementara itu, berdasarkan jumlah penduduk miskin dan ekstrim Jambi, pada tahun 2022 terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Merangin, Muaro Jambi, Bungo, Sarolangun dan Batanghari.

BACA JUGA:Dikabarkan Jadi Tersangka Ketok Palu, Rahima Istri Mantan Gubernur Jambi Fachrori Umar Diperiksa KPK

BACA JUGA:KPK Tangkap Oknum Hakim di Makamah Agung

"Sebelumnya pada tahun 2021 jumlah penduduk miskin ekstrem di Kabupaten Batang Hari berjumlah 4.122 jiwa sedangkan pada tahun 2022 alami peningkatan 4.792 jiwa," ucapnya.

Kemiskinan sendiri adalah ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan).

Sumber: