Khawatir Hotel Malioboro Jadi Tempat Isoman Covid-19, Pedagang Minta Ada Skema yang Pas

Khawatir Hotel Malioboro Jadi Tempat Isoman Covid-19, Pedagang Minta Ada Skema yang Pas

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, JAMBI - Wacana Charles Robin Wiliam menghibahkan hotelnya sebagai tempat perawatan pasien covid-19, menuai beragam reaksi masyarakat. Ini karena, Hotel Malioboro berada di kawasan padat. Tepatnya di kawasan Kelurahan Sungaiasam, Kecamatan Pasar Kota Jambi.

Kiri kanannya memang banyak pedagang, sehingga selalu ramai dengan aktivitas masyarakat. Doni, Ketua RT 15, Kelurahan Pasarasam mengaku secara pribadi menyetujui hotel itu dijadikan tempat isoman.

“Karena jika sudah dikelola oleh pemerintah, tentu tempat isolasi mandiri tersebut akan layak digunakan masyarakat,” kata dia, sambil menambahkan memang belum ada yang menyampaikan keberatan secara langsung padanya.

Pendapat berbeda diungkapkan oleh Nia (35), salah satu pedagang sekitar hotel. Dia mengaku khawatir jika Hotel Malioboro benar-benar difungsikan sebagai tempat isolasi mandiri. “Sebenarnya bukan setuju atau tidak, tetapi khawatir karena kan di sini ramai masyarakat beraktivitas. Setahu saya tempat isoman itu harus jauh dari keramaian,” kata dia.

Pendapat serupa disampaikan Yusuf (44), yang juga pedagang di sekitar Hotel Malioboro tersebut mengatakan kekhawatirannya mengenai wacana tersebut. “Memang sudah ada pembicaraan antar pedagang di sini, kalau bilang tidak cemas bohong juga saya, namun jika memang nantinya difungsikan sebagai tempat isoman kan kita harus nurut juga, apalagi sekarang kasus covid lagi banyak,” ungkapnya.

Jika benar nantinya Hotel Malioboro tersebut difungsikan sebagai tempat isoman, para pedagang dan warga disekitar tempat tersebut berharap bahwa pemerintah dalam menjalankan skema yang baik dan tepat agar nantinya tidak membuat masyarakat ketakutan untuk beraktivitas.

Baru-baru ini, Gubernur Jambi Al Haris telah meninjau hotel tersebut. “Tren kasus Covid-19 di Jambi ini juga semakin tinggi. Dengan adanya hotel untuk dijadikan tempat isolasi bagi pasien yang orang tanpa gejala, maka ini sangat bagus. Karena mudah juga untuk di kontrolnya,” kata dia.

Dia akan meminta tim satgas penanganan Covid-19 dan Pemprov Jambi terkait mekanisme dan regulasinya, jika nantinya hotel tersebut sudah dijadikan tempat isolasi mandiri.

Penelusuran Jambi Independent, pada laman https://covid19.co.id, ada beberapa kriteria teknis untuk karantina dan isolasi mandiri berbasis masyarakat. antara lain kamar tidur terpisah dengan penghuni lainnya, ada ruang terbuka dengan sinar matahari cukup untuk berjemur dan berolahraga. Kemudian lokasi tidak dalam pemukiman padat, dan ada jarak lebih dari 2 meter dari rumah lainnya. Kemudian tempat tersebut juga memiliki akses hiburan seperti televisi, buku dan internet, kemudian ada petugas yang terus memantau dan berkoordinasi dengan gugus tugas.

Sosialisai dan edukasi dengan warga sekitar juga perlu dilakukan, untuk mencegah persepsi negatif, diskriminasi, dan penolakan. (cr02/slt)

Sumber: