b9

Aktif Berperan Cegah Stunting PT SAL Dianugerahi Penghargaan BKKBN Jambi

Aktif Berperan Cegah Stunting PT SAL Dianugerahi Penghargaan BKKBN Jambi

Penyerahan penghargaan.-ist/jambi-independent.co.id-

MERANGIN, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Di penghujung tahun, sebuah pengakuan datang bagi upaya yang selama ini berjalan senyap namun berdampak nyata.

PT Sari Aditya Loka (SAL), perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Provinsi Jambi, menerima piagam penghargaan sebagai Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi.

Penghargaan tersebut diserahkan pada Kamis (19/12), bertempat di Kantor Bupati Lama Kabupaten Merangin.

Apresiasi diberikan bukan atas partisipasi administratif semata, melainkan atas keterlibatan nyata PT SAL dalam upaya pencegahan stunting, masalah kesehatan kronis yang masih menjadi tantangan serius pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

BACA JUGA:Sedikit Lagi! Upaya KTH Betung Bersatu Kumpeh Kuasai Lahan Sawit 2.391,6 Hektare Tinggal Selangkah Lagi

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Merangin, Drs. H. Abdul Khafidh, M.M., dan diterima oleh Fenti Rakhmawati sebagai perwakilan PT SAL. 

“Terima kasih dan selamat untuk PT SAL,” ujar Wabup singkat. Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pemerintah daerah dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya antara pemerintah dan dunia usaha, dalam menekan angka stunting di tingkat akar rumput.

Bagi PT SAL, peran sebagai Orang Tua Asuh Cegah Stunting bukanlah sekadar program seremonial.

Di wilayah operasional perusahaan, terutama di Kabupaten Merangin, komitmen tersebut diwujudkan melalui pendampingan berkelanjutan kepada kelompok masyarakat rentan, termasuk komunitas Suku Anak Dalam (SAD) yang hidup dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan gizi.

BACA JUGA:Mutasi Besar-besaran oleh Panglima TNI, Danrem 042/Gapu Diganti

Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak-anak komunitas SAD untuk mendukung pemenuhan gizi, dukungan terhadap kegiatan Posyandu guna memantau pertumbuhan balita, hingga fasilitasi pemeriksaan kesehatan ibu hamil sebagai langkah pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

Pendekatan ini menempatkan keluarga sebagai pusat intervensi, dengan perhatian khusus pada fase 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Asisten CSR PT SAL, Slamet Riyadi, menyampaikan bahwa penghargaan dari BKKBN tersebut menjadi penguat komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial.

“Pencegahan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha juga memiliki peran penting untuk hadir dan berkontribusi. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjalankan program sosial yang berkelanjutan dan berdampak langsung bagi tumbuh kembang anak serta kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: