Punya Hobi Naik Gunung? Pendaki Serbu Gunung Kerinci di Momen Liburan Tahun Baru
Gunung tertinggi di Sumatera ini menawarkan jalur pendakian menantang-Jambi-Independent-Andin
Kerinci, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Gunung Kerinci menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pendaki dan pecinta alam pada momen liburan Tahun Baru.
Gunung tertinggi di Sumatera ini kembali ramai diserbu pendaki yang ingin mengisi waktu libur panjang dengan tantangan alam sekaligus menikmati panorama pegunungan yang masih terjaga.
Terletak di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Gunung Kerinci memiliki ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Gunung ini dikenal memiliki jalur pendakian yang menantang dengan pemandangan hutan hujan tropis yang lebat dan udara sejuk khas pegunungan.
BACA JUGA:Bukan Kaleng-Kaleng, Top 3 ASUS ROG Phone Paling Laris di Kalangan Gamer
Jalur pendakian yang paling banyak digunakan pendaki adalah melalui Pintu Rimba Kersik Tuo. Titik awal pendakian berada di elevasi sekitar 1.811 mdpl.
Dari pintu rimba ini, pendaki akan menempuh total elevasi hampir 2.000 meter untuk mencapai puncak Indrapura, dengan panjang lintasan pendakian sekitar 14 hingga 15 kilometer.
Secara umum, jalur pendakian Gunung Kerinci terbagi ke dalam tiga pos dan tiga shelter. Waktu tempuh dari Pintu Rimba menuju Pos 1, Pos 2, hingga Pos 3 berkisar antara 30 menit hingga satu jam, tergantung kondisi fisik dan kecepatan masing-masing pendaki.
Jalur pendakian cukup jelas dan terstruktur, namun tetap membutuhkan kesiapan fisik yang baik.
BACA JUGA:Ini Dia HP OPPO Paling Favorit Jelang Nataru 2025/2026, Buruan Cek Sebelum Liburan
Karena kondisi hutan yang rapat dan minim area terbuka, pendaki tidak disarankan mendirikan tenda sebelum mencapai Shelter 1.
Area berkemah yang relatif aman berada mulai dari Shelter 1 hingga Shelter 3. Dari Pos 3 menuju Shelter 1, pendaki membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam dengan medan yang mulai menanjak.
Durasi pendakian Gunung Kerinci umumnya memakan waktu tiga hari dua malam. Namun, bagi pendaki dengan fisik yang kuat dan ritme berjalan yang konsisten, pendakian dua hari satu malam masih dinilai aman.
Dalam skema ini, pendaki biasanya langsung berkemah di Shelter 3 pada hari pertama sebelum melakukan summit attack keesokan harinya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




