b9

Pengamat : Overstatement Seolah ada Krisis 2026 Abaikan Data Riil Ekonomi

Pengamat : Overstatement Seolah ada Krisis 2026 Abaikan Data Riil Ekonomi

Noviardi Ferzi-dok/jambi-independent.co.id-

BACA JUGA:Harga Emas Antam Anjlok Rp30.000 Hari Ini! Investor Langsung Bereaksi, Ini Daftar Harga Terbarunya

Lebih lanjut, ia menilai kekhawatiran terhadap potensi krisis sosial seperti 1998 juga tidak memiliki basis yang kuat.

Berbagai stimulus ekonomi seperti penyaluran THR ASN, bonus bagi sektor informal termasuk pengemudi ojek online, serta pertumbuhan investasi publik di kisaran 5 hingga 7,5 persen menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional.

“Hari ini yang kita lihat justru adalah resiliensi ekonomi domestik yang tetap terjaga. Tantangan global memang ada, tetapi fundamental dalam negeri masih kuat. Karena itu, narasi krisis besar di 2026 sebaiknya tidak dibangun tanpa dasar data yang jelas,” ujar Noviardi.

Ia menambahkan, penting bagi publik untuk tetap rasional dalam merespons berbagai proyeksi ekonomi. Menurutnya, narasi yang tidak berbasis data berisiko menciptakan ekspektasi negatif yang justru dapat mengganggu stabilitas itu sendiri.

BACA JUGA:Jasa Raharja Pastikan Kesiapsiagaan Petugas di Jawa Timur lewat Peninjauan ke Pos Pelayanan Terpadu

“Ekonomi tidak hanya soal angka, tetapi juga soal kepercayaan. Ketika narasi dibangun secara berlebihan tanpa dukungan data, itu justru bisa menjadi kontraproduktif,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait