Setelah itu cairan disaring dan disimpan dalam botol bersih yang tertutup. Ampasnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pupuk tanaman.
Klaim manfaat yang beredar mencakup beberapa penggunaan. Pertama, sebagai pengganti pembersih kimia untuk lantai, sabun cuci piring, dan kamar mandi serta untuk mengangkat noda ringan.
Kedua, mengurangi bau tidak sedap di tempat sampah, toilet, saluran air, dan ruangan tertutup.
Klaim ketiga adalah sebagai pupuk dan pembenah tanah karena mengandung unsur seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.
BACA JUGA:Megah dan Penuh Syiar Islam, MTQH ke-55 Resmi Dibuka di Kota Jambi
Klaim keempat adalah membantu menguraikan limbah organik di selokan, saluran air, dan sungai kecil. Klaim kelima adalah mengusir serangga yang dikaitkan dengan aromanya yang asam.
Status bukti ilmiahnya perlu dipahami. Sebagian besar manfaat tersebut berdasar pada pengalaman pengguna dan belum didukung bukti ilmiah yang kuat.
Kemampuan mengurangi bau, daya bersihkan, dan efek penolak serangga belum diteliti secara menyeluruh.
Belum ada penelitian yang menunjukkan eco enzyme secara signifikan menurunkan pencemaran air.
Kandungan nutrisinya bervariasi tergantung bahan dan proses pembuatan. Efektivitas dan keamanannya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Klaim bahwa memanfaatkan sampah dapur dapat mengurangi gas metana dari tempat pembuangan akhir juga beredar.
Penguraian sampah di tempat pembuangan memang menghasilkan metana, tetapi dukungan data yang secara khusus menunjukkan bahwa eco enzyme rumah tangga mengurangi emisi tersebut belum ditemukan.
Cara pemakaian yang dijelaskan meliputi membersihkan lantai, mencuci piring, dan membersihkan kamar mandi, menyemprotkan atau menuangkannya ke area berbau tidak sedap, menyiramkannya ke tanaman atau tanah,
serta mencampurnya dengan air lalu menyemprotkannya di sekitar tempat berkumpulnya serangga. Cairan dianjurkan diencerkan sebelum dipakai.