JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Perum Bulog Kantor Wilayah Jambi mencatat transaksi penyaluran komoditas pangan kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencapai Rp7 miliar selama dua tahun terakhir.
Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jambi, Wiwin Indratno, mengatakan transaksi dengan KDKMP di Provinsi Jambi pada tahun lalu mencapai sekitar Rp2 miliar.
Nilai tersebut berasal dari penebusan sejumlah komoditas, yakni beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Minyakita, serta beras premium.
Sementara itu, hingga posisi terakhir yang disampaikan dalam wawancara, transaksi pada 2026 telah mencapai sekitar Rp5 miliar.
BACA JUGA:Bendahara KDKMP Jambi Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi
Dengan demikian, total transaksi selama dua tahun tersebut mencapai Rp7 miliar.
“Untuk Jambi sendiri memang belum ada permintaan dari agen pangan, tetapi kami sudah melayani KDKMP di Provinsi Jambi. Tahun lalu sekitar Rp2 miliar. Untuk tahun ini sampai posisi kemarin sudah berjalan Rp5 miliar. Jadi, total dua tahun ini sudah Rp7 miliar,” ujar Wiwin.
Ia menegaskan, Bulog Jambi pada prinsipnya telah siap mendukung kebutuhan pangan KDKMP.
Koperasi yang ingin melakukan penebusan komoditas dapat langsung berkoordinasi dengan petugas Bulog, baik di tingkat provinsi maupun melalui kantor Bulog yang berada di daerah.
BACA JUGA:Prabowo: KDKMP Pusat Ekonomi Desa dan Penyalur Utama Subsidi
Menurut Wiwin, skema pembayaran yang berlaku saat ini masih dilakukan secara tunai.
Namun, pemerintah telah memberikan opsi pembayaran tunda hingga 30 hari untuk komoditas beras SPHP, sesuai ketentuan dan berdasarkan permintaan dari agen pangan.
“Kalau sebenarnya pemerintah memberi opsi untuk SPHP itu bisa tunda bayar 30 hari, tetapi itu berdasarkan permintaan dari agen pangan. Selagi belum ada permintaan agen pangan, maka kami melayani dengan tunai,” jelasnya.
Terkait mekanisme kerja sama, Bulog juga akan menyesuaikan pola koordinasi dengan perkembangan struktur pengelolaan KDKMP.
BACA JUGA:Pemkab Kerinci–Perum Bulog Teken NPHD, Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Jika sebelumnya transaksi dilakukan melalui pengurus koperasi, ke depan koordinasi berpotensi dilakukan melalui manajer yang ditunjuk.
Bulog Jambi turut menyampaikan kontak petugas yang dapat dihubungi untuk memudahkan koperasi memperoleh informasi dan melakukan penebusan komoditas pangan.
Untuk koperasi yang berada di kabupaten dan kota, koordinasi dapat diarahkan kepada petugas Bulog di wilayah masing-masing.
Dari sisi persyaratan, Wiwin menyebut proses untuk menjalin kerja sama dengan Bulog tidak dipersulit.
BACA JUGA:Bulog Jambi Bangun 5 Gudang Baru, Kapasitas 1.000 Ton per Lokasi
Sebagai gambaran, persyaratan yang selama ini diterapkan pada jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) relatif sederhana, yakni identitas pengurus dan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Ia berharap kemudahan tersebut dapat mendorong semakin banyak KDKMP bergabung dalam jaringan distribusi Bulog.
Dengan bertambahnya jaringan penyaluran, komoditas pangan, khususnya beras SPHP, diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Semakin banyak jaringan Bulog, komoditas Bulog, khususnya SPHP dalam rangka stabilisasi harga, bisa menyebar ke seluruh kelurahan dan desa yang ada di Indonesia,” katanya.
BACA JUGA:Cadangan Beras Pemerintah Melimpah, Dirut Bulog Pastikan Harga Beras Tak Naik Meski Biji Plastik Langka
Selain penyaluran komoditas secara komersial, Bulog juga menyiapkan dukungan terhadap rencana penyaluran bantuan pangan melalui KDKMP.
Untuk alokasi Oktober hingga Desember 2026, Bulog menyatakan telah menerima arahan pemerintah, tetapi masih menunggu daftar nama penerima bantuan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Menurut Wiwin, apabila KDKMP telah siap menjalankan peran tersebut dan data penerima sudah tersedia, penyaluran bantuan pangan melalui koperasi dapat dilaksanakan sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah.
“Untuk bantuan pangan, pemerintah sudah menetapkan alokasi Oktober sampai Desember. Namun, kami masih menunggu nama-nama penerima dari Badan Pangan Nasional. Kalau KDKMP sudah siap, mungkin kita mulai untuk periode Oktober sampai Desember ini,” ungkapnya.