3. Aktivasi Pengembang:
Sesaat sebelum dimasak, larutkan baking powder dan baking soda dalam 2 sendok makan air hangat. Tuangkan larutan tersebut ke dalam adonan, aduk rata hingga timbul gelembung-gelembung halus di permukaan adonan.
4. Proses Memanggang:
Panaskan wajan teflon dengan api sedang hingga benar-benar panas merata. Tuangkan adonan secukupnya, lalu miringkan atau tekan bagian tengahnya menggunakan punggung sendok sayur ke arah tepi untuk membentuk pinggiran yang krispi.
5. Pembentukan Sarang:
Kecilkan api kompor. Biarkan gelembung-gelembung udara muncul dan pecah membentuk rongga sarang di seluruh permukaan adonan. Taburkan sedikit gula pasir di atasnya untuk membantu mematangkan bagian atas, lalu tutup teflon hingga adonan matang sempurna dan permukaannya tidak lengket.
6. Penyajian:
Angkat martabak dan letakkan di atas talenan. Oleskan mentega atau margarin secara merata selagi permukaannya masih panas.
Berikan kombinasi topping pilihan seperti parutan keju, meises cokelat, dan kacang cincang, lalu siram dengan kucuran susu kental manis. Potong menjadi dua bagian, tumpuk, dan potong-potong sesuai selera.
BACA JUGA:Resep Tumis Tahu Telur Gurih Praktis: Menu Rumahan Lezat yang Ramah di Kantong
Tips Rahasia Martabak Classic Tetap Lembut Saat Cold:
• Jangan Lewatkan Masa Istirahat Adonan: Mendiamkan adonan minimal 1 jam sangat penting agar gluten dalam tepung merileks, sehingga tekstur martabak nantinya menjadi lembut dan tidak kenyal ulet.
• Penggunaan Vanili Berkualitas: Karena tidak menggunakan aroma tambahan seperti pandan, vanili bubuk adalah kunci memberikan aroma manis ala kedai martabak profesional.
• Kunci Mentega Melimpah: Oleskan mentega secara royal saat martabak baru diangkat. Mentega yang meleleh dan meresap ke dalam rongga-rongga sarang akan menjaga kelembapan adonan meski disimpan hingga esok hari.*