TEBO, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tebo Tahun Anggaran 2026 hingga pertengahan Mei masih berada di angka 25,64 persen. Meski demikian, capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) justru menunjukkan tren positif dengan realisasi mencapai 46,54 persen dari target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tebo, Hendry Nora, Kamis (21/5/2026). Ia menjelaskan, hingga 18 Mei 2026, total realisasi belanja daerah baru mencapai sekitar seperempat dari total APBD Kabupaten Tebo yang mencapai lebih dari Rp1,119 triliun.
BACA JUGA:Pemkab Tebo Terima Peralatan Hibah BLK Senilai Rp 650 Juta
“Untuk realisasi pelaksanaan kegiatan tahun 2026 sampai dengan 18 Mei sudah mencapai sekitar 25,64 persen dari total APBD Kabupaten Tebo sebesar Rp1.119.238.604.894,” ujar Hendry Nora.
Menurutnya, persentase tersebut sudah mencakup seluruh kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk anggaran Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), hingga berbagai program yang bersumber dari APBD Kabupaten Tebo Tahun 2026.
BACA JUGA:Buntut Pengeroyokan Kakak Kelas di SMPN Tebo: Orang Tua Resmi Lapor ke Polres, Minta Keadilan untuk Anaknya
Hendry mengatakan, belum maksimalnya serapan anggaran pada triwulan kedua ini dipengaruhi sejumlah kegiatan yang masih dalam proses administrasi, terutama program-program yang bersumber dari dana spesifik dan transfer pusat.
Saat ini, sejumlah OPD masih menyelesaikan tahapan pemenuhan syarat salur yang menjadi ketentuan pemerintah pusat sebelum anggaran dapat dicairkan dan direalisasikan di lapangan.
“Harapannya, pada triwulan berikutnya serapan belanja daerah akan terus meningkat karena beberapa kegiatan yang bersumber dari dana spesifik saat ini masih dalam proses pemenuhan syarat salur,” jelasnya.
BACA JUGA:Siaga Karhutla 2026, BPBD Tebo Mulai Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan
Di sisi lain, kondisi berbeda justru terlihat pada capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tebo. Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi PAD sudah mencapai 46,54 persen dari total target sebesar lebih dari Rp122,24 miliar.
Capaian tersebut dinilai cukup positif dan menunjukkan adanya peningkatan kontribusi sektor pendapatan daerah terhadap keuangan pemerintah kabupaten.
Hendry Nora menyebutkan, pendapatan terbesar masih berasal dari sektor pajak daerah dan retribusi daerah yang terus menunjukkan tren peningkatan.
Untuk pajak daerah, realisasi hingga 18 Mei 2026 telah mencapai 39,57 persen dari target sebesar Rp44,92 miliar. Sementara itu, retribusi daerah sudah menyentuh angka 45,08 persen dari target Rp44,31 miliar.
“Capaian PAD ini sebagian besar berasal dari pajak daerah dan retribusi daerah yang realisasinya cukup baik sampai saat ini,” katanya.
BACA JUGA:Bukan Stamina Malah Jeruji Besi! Dua Wanita Diciduk Polisi Tebo Saat Asyik Nyabu di Tempat Kos
Pemerintah Kabupaten Tebo optimistis realisasi pendapatan daerah akan terus meningkat seiring berjalannya aktivitas ekonomi masyarakat dan optimalisasi pendapatan dari berbagai sektor.
Selain itu, percepatan pelaksanaan kegiatan fisik dan program pembangunan di seluruh OPD juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan serapan anggaran pada semester berikutnya.
Pemkab Tebo juga terus melakukan evaluasi terhadap kinerja OPD agar pelaksanaan program dan penggunaan anggaran dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai target yang telah ditetapkan dalam APBD Tahun 2026.