'Jangan Diam!' Pesan Dahlan Iskan pada Pemimpin dalam Menghadapi Krisis

Rabu 06-05-2026,10:50 WIB
Reporter : Risza S Bassar
Editor : Risza S Bassar

JAKARTA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Pernyataan tajam dilontarkan mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, saat mengisi kuliah umum di Universitas Paramadina.

Ia menegaskan, banyak perusahaan runtuh bukan karena krisis, tetapi karena pemimpinnya gagal memberi “sinyal bahaya”.

Pesan itu disampaikan dalam Seminar Publik bertajuk Manajemen Krisis Perusahaan di Tengah Ketidakpastian Global, Selasa 5 Mei 2026.

Dalam paparannya, Dahlan menekankan bahwa kunci bertahan di masa krisis bukan hanya strategi bisnis, tetapi keberanian mengambil keputusan tidak populer.

BACA JUGA:Usai Anjlok Cukup Dalam! Harga Emas Antam kembali Melonjak pada Rabu

“Kalau karyawan tidak paham sedang krisis, pemimpin harus memberi sinyal. Caranya? Pangkas divisi yang tidak perlu,” tegasnya.

Ia bahkan mengungkap pengalaman ekstrem saat krisis 1998.

“Saya sampai melarang karyawan belanja hal tidak penting. Bahkan bikin pagar rumah saja saya larang,” ujarnya.

Menurutnya, krisis akan semakin parah jika organisasi tetap berjalan “seperti biasa” tanpa kesadaran bahwa situasi sudah berubah.

BACA JUGA:Polres Bungo Endus Transaksi Sabu di Simpang Somel, 2 Pelaku Ditangkap Bersama Dua Pucuk Senjata Api Rakitan

Kisah di PLN: Dari Tidak Paham Listrik hingga Lakukan Transformasi

Saat dipercaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin PLN, Dahlan mengaku datang tanpa latar belakang kelistrikan.

Namun justru dari situ, ia membangun pendekatan kepemimpinan berbasis pembelajaran cepat.

“Saya belajar dari orang dalam PLN, dari hulu sampai hilir,” katanya. Ia juga mengajukan syarat tegas kepada Presiden saat itu.

“Direksi harus saya pilih sendiri. Tidak boleh ada titipan. Saya harus jadi satu-satunya bos,” ungkapnya.

Kategori :