DARURAT ENERGI! Jepang Lepas Puluhan Juta Barel Minyak, Dunia Terancam Krisis Lebih Dalam?

Rabu 25-03-2026,08:00 WIB
Reporter : Risza S Bassar
Editor : Risza S Bassar

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Ketegangan global akibat konflik di Timur Tengah kini mulai memicu langkah ekstrem dari berbagai negara.

Salah satunya datang dari Jepang yang resmi bersiap melepas cadangan minyak besar-besaran demi menjaga stabilitas energi nasional.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat membuat situasi semakin genting, bahkan berdampak langsung pada jalur distribusi energi global.

80 Juta Barel Siap Dilepas, Dunia Waspada!

Berdasarkan data dari International Energy Agency, Jepang akan berkontribusi hampir 80 juta barel dalam pelepasan cadangan minyak global. Sebagian besar merupakan minyak mentah yang disiapkan untuk menahan dampak krisis pasokan.

BACA JUGA:Heboh Subuh-Subuh! Istri dan Anak Disekap di Ruko Mie Afandi Jambi, Polisi Bongkar dari Lantai 2

Tak hanya itu, sekitar 13 juta barel minyak yang disimpan bersama negara produsen seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait juga akan dimanfaatkan. Dari jumlah tersebut, Jepang berencana menggunakan cadangan setara lima hari pasokan.

Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan bahwa pelepasan akan dilakukan secara bertahap. Cadangan milik swasta sudah mulai dikeluarkan sejak 16 Maret 2026, sementara cadangan nasional dijadwalkan mulai dilepas pada 26 Maret 2026.

Selat Hormuz Memanas, Jalur Energi Dunia Terancam

Situasi makin pelik setelah penutupan Selat Hormuz—jalur vital pengiriman minyak dan gas dunia. Penutupan ini terjadi pasca serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.

Akibatnya, sejumlah kapal tanker memilih memutar jalur. Menteri Industri Jepang Ryosei Akazawa menyebut kapal-kapal kini berlayar dari pelabuhan alternatif seperti Yanbu (Arab Saudi) dan Fujairah (UEA), dengan estimasi tiba di Jepang hingga awal April.

BACA JUGA:WFH ASN Pasca Lebaran Dinilai Efektif Tekan Subsidi

Namun fakta mengejutkan terungkap—belum ada kapal tanker baru yang berangkat dari kawasan Teluk menuju Jepang sejak awal Maret.

Perusahaan Pelayaran Jepang Angkat Kaki

Perusahaan besar seperti Mitsui O.S.K. Lines dan Nippon Yusen Kaisha bahkan telah menghentikan sementara operasional di wilayah konflik dan memindahkan kapal ke zona aman.

Kategori :