b9

Rupiah Tersungkur! Efek Domino Perang Timur Tengah, Selat Hormuz Ditutup—Ekonomi RI Terancam?

Rupiah Tersungkur! Efek Domino Perang Timur Tengah, Selat Hormuz Ditutup—Ekonomi RI Terancam?

Rupiah makin melemah.-ilustrasi/jambi-independent.co.id-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan sinyal pelemahan yang mengkhawatirkan.

Pada pembukaan perdagangan Rabu 24 Maret 2026, rupiah tergelincir 22 poin atau 0,13 persen ke level Rp16.920 per dolar AS, dari sebelumnya Rp16.898.

Pelemahan ini bukan tanpa sebab. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya penutupan Selat Hormuz—jalur vital distribusi energi dunia—menjadi pemicu utama tekanan terhadap mata uang Garuda.

Analis mata uang Lukman Leong dari Doo Financial Futures menyebut situasi global saat ini masih dalam fase “risk off”, di mana investor cenderung menghindari aset berisiko seperti mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.

BACA JUGA:KRISIS GLOBAL! Vietnam Airlines Pangkas Puluhan Penerbangan, Efek Perang Timur Tengah Makin Nyata

“Sentimen global masih negatif. Harga minyak tinggi, Selat Hormuz masih ditutup, dan investor memilih wait and see,” ujarnya.

Efek Domino Global: Minyak Melonjak, Rupiah Terpukul

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur strategis pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk Persia ke seluruh dunia.

Penutupan jalur ini akibat konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel langsung mengguncang pasar energi global.

Harga minyak mentah dunia pun melonjak. Saat ini, minyak jenis WTI berada di kisaran 88 dolar AS per barel, sementara Brent menyentuh 98 dolar AS per barel. Lonjakan ini otomatis meningkatkan tekanan terhadap negara pengimpor energi seperti Indonesia.

BACA JUGA:Krisis Energi Makin Nyata! Korea Selatan Batasi Kendaraan, Mobil Tak Bisa Sembarangan Jalan

Kondisi tersebut berdampak langsung pada nilai tukar rupiah, yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi dan sentimen global.

Harapan Damai Masih Abu-Abu

Di tengah situasi panas, muncul secercah harapan setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari untuk membuka ruang dialog.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: