Waspada! Perang Iran–Israel–AS Bisa Hantam Ekonomi RI, Menkeu Purbaya Buka Suara
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa -Jambi-Independent-Kementrian Indonesia
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Bayang-bayang krisis ekonomi kembali menghantui Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan bahwa eskalasi konflik global yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memicu perlambatan ekonomi nasional.
Lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan geopolitik tersebut dinilai menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi, termasuk bagi Indonesia yang masih bergantung pada dinamika global.
Harga Minyak Naik, Ekonomi Bisa Ikut Terseret
Menurut Purbaya, kenaikan harga energi global bisa memberikan tekanan besar terhadap berbagai sektor, mulai dari biaya produksi hingga daya beli masyarakat.
“Walaupun kondisi global seperti ini, permintaan domestik masih kuat. Tapi jika konflik terus meningkat, bukan tidak mungkin ekonomi akan melambat,” ujarnya.
BACA JUGA:Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak sepenuhnya kebal dari dampak konflik internasional, terutama jika berlangsung dalam jangka panjang.
Target Pertumbuhan 5,7%, Masih Aman?
Di tengah kekhawatiran tersebut, pemerintah tetap optimistis. Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 diproyeksikan berada di kisaran 5,6% hingga 5,7%.
Angka ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi nasional masih cukup solid, didukung oleh konsumsi domestik yang tetap terjaga selama periode Ramadan.
“Permintaan dalam negeri masih kencang, ini yang kita jaga,” tegasnya.
BACA JUGA:Sindiran Keras Prabowo: Kepala Daerah Beli Mobil Rp8 M, Rakyat Butuh Jembatan!
Strategi Pemerintah: Andalkan Kekuatan Dalam Negeri
Menghadapi ketidakpastian global, pemerintah memilih strategi defensif dengan memperkuat sektor domestik sebagai penopang utama ekonomi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




