Bahlil Pastikan Harga Pertalite Tetap Aman Meski Minyak Dunia Tembus 80 Dolar

Selasa 03-03-2026,20:39 WIB
Reporter : Akmal
Editor : Akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak mentah dunia saat ini tengah meroket akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam Konferensi Pers Perkembangan Terkini Timur Tengah dan Implikasi Terhadap Sektor ESDM yang digelar di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa.

 

“Kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah,” tegas Bahlil.

Lonjakan harga minyak dunia dipicu memanasnya konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran. Saat ini, harga minyak mentah dunia telah menyentuh kisaran 78 hingga 80 dolar Amerika Serikat per barel.

BACA JUGA:Niat Ingin Safari Ramadan, Bupati Tanjab Timur Justru Dapat Protes Warga Terkait Kondisi Jalan dan Jembatan

 

Angka tersebut melampaui asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang ditetapkan sebesar 70 dolar AS per barel.

Sebagai negara yang masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari, kenaikan harga ini berpotensi membebani APBN melalui pembengkakan subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah.

Namun demikian, Indonesia juga memperoleh tambahan pendapatan dari produksi minyak dalam negeri yang mencapai sekitar 600 ribu barel per hari.

 

“Karena Indonesia kan berkontribusi kurang lebih sekitar 600 ribu barel per hari. Nah, selisih ini yang sedang kami hitung,” jelasnya.

Menurut Bahlil, pemerintah akan melakukan perhitungan secara hati-hati mengingat kebijakan tersebut berkaitan langsung dengan subsidi energi dan daya beli masyarakat.

BACA JUGA:Takhta Alphard Digoyang Denza D9? Ini Perbandingan MPV Mewah Rp1,3 Miliar Langganan Pejabat

 

Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax, penyesuaian harga tetap akan mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia. Artinya, kemungkinan kenaikan harga masih terbuka pada jenis BBM tersebut.

Meski demikian, hingga rapat terakhir Dewan Energi Nasional, pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM subsidi.

 

“Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada (kenaikan harga BBM subsidi), jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insya Allah belum ada kenaikan harga BBM,” ujar Bahlil.

Pemerintah memastikan stabilitas harga BBM subsidi tetap menjadi prioritas di tengah dinamika global yang memengaruhi sektor energi nasional.

BACA JUGA:Intip Spek Lengkap Tata Yodha dan Ultra T.7, Armada Impor India untuk 105 Ribu Koperasi Desa

 

Kategori :