b9

Berapa Banyak Air yang Ideal untuk Ginjal? Jangan Sampai Kelebihan!

Berapa Banyak Air yang Ideal untuk Ginjal? Jangan Sampai Kelebihan!

Minum air memang penting untuk kesehatan ginjal, namun konsumsi berlebihan justru bisa berisiko-ilustrasi/jambi-independent.co.id-akmal

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Air kerap dianggap sebagai solusi sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh.

Namun, anggapan bahwa semakin banyak minum air maka semakin sehat ternyata tidak sepenuhnya benar, terutama bagi kesehatan ginjal.

Dilansir dari laporan Hindustan Times, seorang konsultan nefrologi di ISIC Multispeciality Hospital, Dr. Udit Gupta menjelaskan bahwa anjuran “minum lebih banyak air” sebenarnya memiliki banyak aspek dan tidak bisa disamaratakan untuk semua orang.

Menurutnya, kebutuhan cairan setiap individu berbeda-beda tergantung berat badan, iklim tempat tinggal, tingkat aktivitas, hingga kondisi kesehatan secara keseluruhan.

BACA JUGA:SBY, Jokowi hingga JK Hadiri Undangan Prabowo di Istana, Ada Agenda Apa?

 

Sebagai contoh, anak yang aktif berolahraga di luar ruangan saat musim panas tentu membutuhkan lebih banyak cairan dibandingkan orang dewasa yang bekerja di dalam ruangan berpendingin udara.

Begitu pula orang yang mengonsumsi makanan kaya air seperti buah dan sayuran, kemungkinan membutuhkan asupan air langsung yang lebih sedikit.

 

Produksi Urine Jadi Indikator Penting

Dr. Gupta menjelaskan, untuk menjaga kesehatan ginjal yang terpenting adalah hidrasi yang konsisten guna mendukung produksi urine normal.

Pada orang dewasa, jumlah urine yang sehat umumnya sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari, sementara pada anak-anak disesuaikan dengan ukuran dan usia.

Artinya, daripada fokus pada jumlah gelas air yang diminum, lebih baik memperhatikan apakah tubuh mampu menghasilkan urine dalam jumlah normal untuk membantu menyaring racun.

BACA JUGA:Seskab Pastikan THR ASN dan TNI-Polri Cair 100 Persen, Ini Rincian Besarannya

 

Risiko Overhidrasi

Minum air secara berlebihan juga dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kondisi kelebihan cairan atau overhidrasi bisa mengencerkan kadar natrium dalam darah dan menyebabkan hiponatremia, yang berpotensi berbahaya.

“Bagi kebanyakan orang sehat, minum melebihi rasa haus tidak akan meningkatkan fungsi ginjal secara luar biasa. Ginjal bekerja secara efisien dalam rentang asupan cairan yang cukup luas,” jelasnya.

 

Warna Urine Bukan Harus Selalu Bening

Banyak orang menganggap urine yang bening sepenuhnya adalah tanda hidrasi optimal. Namun, menurut Dr. Gupta, urine yang benar-benar tidak berwarna justru bisa menandakan overhidrasi.

Urine berwarna kuning pucat menandakan hidrasi yang cukup, sedangkan warna kuning gelap atau keemasan menunjukkan tubuh mengalami dehidrasi dan perlu tambahan cairan.

BACA JUGA:Menaker Terbitkan SE THR 2026, Ini Aturan Lengkap dan Batas Waktu Pembayarannya

 

Rasa haus sendiri biasanya muncul ketika tubuh sudah mengalami dehidrasi ringan. Kelompok tertentu seperti anak kecil dan lansia bahkan bisa kesulitan mengenali sinyal haus.

Atlet, orang yang sedang demam, muntah, atau diare, serta mereka yang tinggal di daerah beriklim panas dianjurkan lebih proaktif menjaga hidrasi dan tidak hanya mengandalkan rasa haus.

 

Berapa Kebutuhan Ideal?

Secara umum, orang dewasa membutuhkan sekitar 2–3 liter total cairan per hari, termasuk yang berasal dari makanan dan minuman. Sementara kebutuhan anak-anak bergantung pada usia dan ukuran tubuh.

Namun, bagi penderita penyakit ginjal, gangguan jantung, atau kondisi medis tertentu, asupan cairan harus mengikuti anjuran dokter. Dalam beberapa kasus, justru diperlukan pembatasan cairan.

 

“Ginjal Anda dirancang untuk bekerja secara efisien; yang mereka butuhkan hanyalah cukup cairan, bukan berlebihan,” tutup Dr. Gupta.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: