Melihat Optimistis Pasar Modal Indonesia 2026

Jumat 02-01-2026,10:39 WIB
Reporter : Risza S Bassar
Editor : Risza S Bassar

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Tahun 2026 baru saja dimulai, bahkan kalender masih ditandai warna merah libur awal tahun.

Namun optimisme terhadap pasar modal Indonesia sudah terasa sejak hari-hari pertama. Modal optimisme itu bukan lahir dari euforia, melainkan dari fondasi kinerja kuat yang dibangun sepanjang 2025.

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 22,10 persen hingga menutup tahun di level 8.644,26 mencerminkan ekspansi pasar yang solid sekaligus kepercayaan investor yang tinggi.

Namun pada saat yang sama, capaian ini juga menjadi penanda bahwa ruang pertumbuhan ke depan tidak lagi ditopang oleh sentimen semata, melainkan oleh kinerja riil emiten. 

BACA JUGA:Suzuki Ertiga Hybrid Lebih Hemat BBM, Cocok Buat Harian dan Mudik

Hal ini sejalan dengan lonjakan kapitalisasi pasar yang mencapai Rp15.810 triliun atau tumbuh 28,16 persen secara tahunan, menegaskan semakin strategisnya peran pasar modal dalam menopang pembiayaan ekonomi nasional.

Kedalaman pasar juga semakin nyata. Rasio kapitalisasi pasar terhadap Produk Domestik Bruto yang telah mencapai 71,41 persen menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia telah memasuki fase transisi menuju emerging market yang lebih matang.

Pasar tidak lagi berada pada tahap ekspansi awal, tetapi mulai memasuki fase pendalaman yang menuntut stabilitas, tata kelola, dan kualitas pertumbuhan.

Dengan basis tersebut, pertumbuhan IHSG pada 2026 diperkirakan lebih moderat di kisaran 8–12 persen.

BACA JUGA:Toyota HiAce 2026 Jadi Andalan Travel dan Pariwisata, Ini Alasannya

Proyeksi ini mencerminkan normalisasi yang sehat di tengah stabilisasi kebijakan moneter global dan pertumbuhan ekonomi domestik sekitar 5 persen.

Dalam skenario ini, IHSG berpotensi bergerak di rentang 9.300–9.700 pada akhir 2026, dengan motor utama berasal dari pertumbuhan laba emiten, bukan lagi ekspansi valuasi yang agresif.

Sejalan dengan itu, kapitalisasi pasar diproyeksikan menembus Rp17.000–18.000 triliun, dengan rasio market cap terhadap PDB meningkat ke kisaran 73–75 persen. 

Angka ini menunjukkan pasar modal tetap atraktif dan tumbuh, meski dengan ritme yang lebih terkendali dan berkualitas.

BACA JUGA:Toyota Corolla Cross 2026 Resmi Meluncur! Tampil Lebih Mewah, Irit BBM dan Siap Jadi Raja SUV Kompak

Kategori :