Buka Usaha di Desa atau Kota? Simak Mana yang Lebih Menguntungkan
Buka usaha di desa atau kota, mana yang lebih menguntungkan?-ilustrasi/jambi-independent.co.id-Geografi Man 1 Gunkid
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Memulai usaha tidak hanya soal modal dan ide bisnis, tetapi juga tentang lokasi.
Banyak pelaku usaha pemula bingung menentukan apakah lebih baik membuka usaha di desa atau di kota. Keduanya sama-sama memiliki peluang, namun karakteristiknya sangat berbeda.
Di satu sisi, kota menawarkan pasar besar dan daya beli tinggi. Di sisi lain, desa menawarkan biaya operasional rendah dan tingkat persaingan yang lebih longgar.
Di era digital saat ini, batas antara desa dan kota pun semakin tipis karena internet memungkinkan produk dari desa menjangkau pasar nasional bahkan global.
BACA JUGA:Nggak Perlu Modal Besar! Ide Jualan Takjil 2026 yang Laris Manis, Auto Cuan!
Lalu, mana yang lebih menguntungkan?
Mengapa Lokasi Sangat Menentukan Kesuksesan Bisnis?
Lokasi usaha berpengaruh langsung terhadap struktur biaya, target pasar, tingkat kompetisi, hingga potensi ekspansi.
Lingkungan bisnis di wilayah dengan kepadatan usaha tinggi seperti kota memang mendorong pertumbuhan cepat dan inovasi. Namun, tekanan kompetisi dan risiko kegagalan juga lebih besar.
Sebaliknya, wilayah dengan kepadatan bisnis rendah seperti desa umumnya memiliki persaingan yang lebih ringan. Hal ini membuat usaha lebih stabil dalam jangka panjang.
Artinya, tidak ada jawaban mutlak mana yang lebih baik. Semua tergantung strategi dan kesiapan pelaku usaha.
BACA JUGA:Spesifikasi Motorola Edge 70 Fusion Terkuak, RAM 12GB Bikin Ngebut Maksimal
Lokasi usaha memengaruhi:
- Struktur biaya operasional
- Target pasar dan daya beli konsumen
- Tingkat kompetisi
- Akses distribusi dan logistik
- Ketersediaan tenaga kerja
- Potensi ekspansi
1. Perbedaan Biaya Modal dan Operasional
Usaha di Desa: Modal Lebih Ringan
Salah satu alasan utama memilih desa adalah biaya yang lebih rendah. Harga sewa tempat relatif murah, bahkan bisa menggunakan rumah sendiri. Upah tenaga kerja dan biaya hidup juga lebih hemat.
Dengan struktur biaya yang fleksibel, usaha di desa cenderung lebih tahan pada fase awal bisnis. Meski omzet tidak sebesar di kota, margin keuntungan bisa lebih stabil.
Contoh usaha desa dengan modal terjangkau:
- Warung sembako
- Agen LPG dan air minum
- Budidaya sayur dan buah
- Ternak ayam kampung
- Jasa servis motor
- Penggilingan padi
Usaha di Kota: Modal Besar, Potensi Besar
Berbeda dengan desa, biaya usaha di kota biasanya jauh lebih tinggi. Sewa ruko strategis, gaji karyawan, promosi, hingga biaya operasional seperti listrik dan air lebih mahal.
BACA JUGA:Event Apple Experience 4 Maret, iPhone 17e Diprediksi Resmi Meluncur
Namun, kota menawarkan volume pasar yang besar, perputaran uang cepat, serta akses supplier dan logistik yang lebih mudah. Jika berhasil, pertumbuhan usaha bisa melesat dalam waktu singkat.
2. Perbedaan Target Pasar dan Pola Konsumsi
Karakter Konsumen Desa
Masyarakat desa umumnya:
- Fokus pada kebutuhan pokok
- Sensitif terhadap harga
- Loyal terhadap penjual
- Tidak terlalu mengikuti tren
Usaha yang cocok di desa antara lain kebutuhan harian, pertanian, peternakan, dan jasa perbaikan. Keunggulannya adalah permintaan yang relatif stabil.
Karakter Konsumen Kota
Konsumen kota cenderung:
- Lebih konsumtif
- Cepat mengikuti tren
- Memperhatikan kualitas dan merek
- Mengutamakan kenyamanan
Jenis usaha yang potensial di kota meliputi kedai kopi modern, kuliner kekinian, fesyen, salon kecantikan, hingga startup berbasis teknologi. Namun, tren cepat berubah sehingga pelaku usaha harus adaptif.
BACA JUGA:Event Apple Experience 4 Maret, iPhone 17e Diprediksi Resmi Meluncur
3. Tingkat Persaingan: Stabil vs Kompetitif
Di desa, jumlah kompetitor lebih sedikit. Peluang menjadi pemimpin pasar cukup besar dan persaingan harga relatif stabil.
Sebaliknya, di kota persaingan sangat ketat. Perang harga dan promosi sering terjadi. Pelaku usaha membutuhkan branding kuat dan diferensiasi produk yang jelas. Kota cocok bagi pengusaha yang siap bersaing secara agresif.
4. Akses Teknologi dan Digitalisasi
Dulu desa identik dengan keterbatasan akses teknologi. Kini, internet telah membuka peluang ekonomi digital di banyak wilayah pedesaan.
Peluang digital di desa antara lain:
- Menjual hasil pertanian melalui marketplace
- Promosi lewat media sosial
- Affiliate marketing
- Reseller dan dropship
Digitalisasi menjadi “game changer” bagi desa. Sementara itu, kota tetap unggul dalam hal infrastruktur internet, coworking space, dan ketersediaan tenaga kerja digital. Namun, kompetisi online di kota juga jauh lebih ketat.
5. Infrastruktur dan Distribusi
Keterbatasan infrastruktur masih menjadi tantangan di desa, seperti logistik yang lebih lambat dan jarak ke supplier yang jauh. Namun, kondisi ini bisa menjadi peluang jika pelaku usaha menjadi distributor lokal.
Di kota, infrastruktur dan distribusi lebih lengkap serta cepat. Hal ini mendukung usaha yang membutuhkan suplai rutin dan skala besar.
6. Potensi Keuntungan Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, desa menawarkan stabilitas dan risiko yang lebih rendah. Pertumbuhan mungkin tidak terlalu cepat, tetapi cenderung konsisten.
Sementara itu, kota menawarkan potensi pertumbuhan yang agresif dengan keuntungan besar, namun risiko kegagalan juga lebih tinggi.
7. Usaha Potensial 2026 di Desa
Beberapa jenis usaha yang diprediksi menjanjikan di desa pada 2026 antara lain:
- Pertanian organik
- Ternak ayam kampung
- Produk olahan makanan lokal
- Agen marketplace
- Air minum isi ulang
- Jasa servis motor
- Kerajinan tangan
- Agrowisata
- Budidaya ikan
BACA JUGA:Hari Pertama Ramadan 2026, Harga Sawit Jambi Anjlok! Petani Mengeluh, Ini Angka Terbarunya
8. Usaha Potensial 2026 di Kota
Sementara di kota, peluang usaha potensial meliputi:
- Kedai kopi modern
- Cloud kitchen
- Laundry kiloan
- Fitness studio
- Fashion online
- Franchise makanan
- Startup berbasis aplikasi
- Digital marketing agency
- Klinik kecantikan
9. Strategi Memilih Lokasi Usaha yang Tepat
Sebelum memutuskan, pertimbangkan beberapa hal berikut:
1. Besar Modal
Modal kecil lebih cocok di desa.
Modal besar dengan target ekspansi cepat bisa memilih kota.
2. Target Pasar
Ingin menjangkau mass market nasional? Desa tetap memungkinkan lewat digital.
Menyasar lifestyle premium? Kota lebih potensial.
BACA JUGA:Hidupkan Malam Ramadan, Pemkab Tanjab Barat Bagikan Ribuan Dus Air Minum untuk Jamaah Tarawih
3. Mental Bertarung
Siap menghadapi persaingan ketat? Kota pilihan tepat.
Ingin usaha stabil dengan risiko rendah? Desa bisa jadi opsi.
4. Jangka Waktu
Target tumbuh cepat? Kota unggul.
Ingin stabil dalam jangka panjang? Desa lebih menjanjikan.
Kesimpulan
Membuka usaha di desa maupun di kota sama-sama memiliki peluang besar. Desa unggul dalam biaya rendah dan stabilitas, sementara kota menawarkan pasar luas dan pertumbuhan cepat.
Pada akhirnya, kunci utama bukan hanya lokasi, tetapi strategi, kesiapan modal, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan pasar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



