JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Tim Peneliti Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Jambi (UNJA) bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN) melaksanakan kegiatan penelitian etnobotani di pedalaman Jambi, tepatnya di Dusun Nebang Parah dan Dusun Nyogan, Desa Nyogan, Kabupaten Muaro Jambi. Jum'at 24 oktober 2025, Kegiatan ini dilakukan guna mempertahankan kearifan lokal yang luar biasa dalam pemanfaatan tumbuhan hutan sebagai obat tradisional.
Penelitian yang didanai oleh FST UNJA ini dipimpin oleh Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., bersama tim anggota; Ade Adriadi, S,Si., M.Si., dan Fitra Wahyuni, S.Si., M.Si., dan bekerjasama dengan Dr. Izu Andry Fijridiyanto dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta dibantu dua mahasiswa dari Prodi Biologi FST UNJA, Yogi Irawan dan Febriyanti Munthe. Kegiatan ini juga menghadirkan tokoh adat Suku Anak Dalam (SAD), Temenggung Pi’i, Mustofa, Rusli, Kwahid, Cimat. Selama empat bulan, tim peneliti etnobotani berhasil mengidentifikasi 21 spesies tumbuhan obat dari 18 famili yang biasa digunakan masyarakat SAD untuk mengobati berbagai penyakit, mulai dari sakit perut, diabetes, hipertensi, hingga penyakit kulit. Beberapa tumbuhan obat yang ditemukan antara lain; Berumbung (Adina Minutiflora) kulitnya dimanfaatkan untuk obat sakit perut dan demam, Mampat (Cratoxylumarborescens)getahnya dimanfaatkan sebagai obat luka, BACA JUGA:Terungkap! Polisi Blak-blakan Soal Kasus Mayat Wanita Mengapung di Bungo yang Dibunuh Pacarnya Ketepeng (Cassia alata) daunnya dimanfaatkan sebagai obat kurap, Bulian (Eusideroxylonzwageri) buahnya digunakan untuk obat bengkak. Selain itu, masyarakat SAD memiliki aturan khusus dalam meramu obat, seperti mengambil daun dalam jumlah ganjil (3, 5, 7 helai, dan seterusnya). Cara-cara unik ini diyakini dapat meningkatkan khasiat tanaman. Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si., menjelaskan, penelitian ini tidak hanya bertujuan mendokumentasikan, tetapi juga mendorong pemanfaatan tumbuhan obat secara berkelanjutan. “Jika pengetahuan ini hilang, kita akan kehilangan kekayaan besar untuk dunia kesehatan. Padahal, banyak tumbuhan lokal berpotensi dikembangkan menjadi obat herbal modern,” ujar Prof. Revis. Namun, tantangan besar muncul dari pewarisan pengetahuan tradisional. Dari 100 responden yang diwawancarai, sebagian besar merupakan generasi tua. Generasi muda SAD semakin sedikit yang berminat mempelajari ramuan tradisional, sementara mayoritas masyarakat masih buta huruf sehingga ilmu ini diwariskan hanya melalui cerita lisan. Tokoh adat SAD, Temenggung Pi’i, Mustofa, Rusli, Kwahid, dan Cimat menuturkan bahwa ilmu pengobatan tradisional adalah warisan leluhur yang harus dijaga. “Kami diajarkan orang tua sejak kecil. Kalau sakit perut, kami tahu daun apa yang harus direbus. Kalau luka, kami tahu getah apa yang harus dioleskan. Tapi sekarang anak-anak muda sudah jarang mau belajar. Mereka lebih suka beli obat di warung,” ungkapnya. BACA JUGA:UNJA Teguhkan Komitmen Menuju Zona Integritas WBK dan WBBM Ia juga berharap penelitian ini bisa membantu melestarikan pengetahuan mereka. “Kalau ilmu ini ditulis dan disimpan, anak cucu kami bisa belajar lagi suatu hari nanti. Hutan ini tempat hidup kami, tumbuhan di dalamnya adalah apotek kami,” tambahnya dengan tegas.Peneliti UNJA dan BRIN Gali Rahasia Tumbuhan Obat SAD di Jambi
Jumat 24-10-2025,15:38 WIB
Reporter : Edo Adri
Editor : Edo Adri
Kategori :
Terkait
Jumat 26-12-2025,20:39 WIB
UNJA Hadirkan Listrik, Air Bersih, dan Pangan Darurat bagi Warga Terdampak Banjir Bandang di Lambung Bukit
Minggu 21-12-2025,11:55 WIB
UNJA Sambut Atlet Petanque Peraih Medali SEA Games Thailand 2025
Jumat 19-12-2025,10:19 WIB
UNJA Raih Silver Winner Anugerah Diktisaintek 2025, Tunjukkan Keunggulan Kerja Sama Pemerintah dan Lembaga
Kamis 18-12-2025,16:24 WIB
UNJA Teken Kerja Sama Internasional dengan Universitas Zagreb Kroasia, Perluas Riset dan Pertukaran Akademik
Minggu 07-12-2025,16:49 WIB
Duh! Kelompok SAD Jadi Tempat Gadai Hasil Kejahatan Kasus Penggelapan di Muaro Jambi
Terpopuler
Rabu 07-01-2026,11:41 WIB
Selisih Rp50 Juta, Fitur Beda Jauh! Ini Perbedaan Jaecoo J5 EV Standard vs Premium yang Jarang Dibahas
Rabu 07-01-2026,16:41 WIB
Siapa Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji? Ini Penjelasan KPK
Terkini
Kamis 08-01-2026,03:28 WIB
Suzuki Jimny 5 Pintu 2026 Resmi Jadi Idola Baru! Harga Tembus Rp500 Juta, Cocok untuk Off Road Loh
Rabu 07-01-2026,21:32 WIB
Edukasi Hulu Migas PetroChina Disambut Antusias Mahasiswa Jambi
Rabu 07-01-2026,20:12 WIB
Hutan Jambi Tinggal 18 Persen, Alarm Bencana Berbunyi: Banjir dan Longsor Tinggal Menunggu Waktu
Rabu 07-01-2026,19:54 WIB