“Kami ingin membawa kembali suasana dan cita rasa yang dulu pernah hidup di Pelabuhan Sunda Kelapa,” ujar Julie Nursanty, manajer restoran.
Nasi bebek peking
Menu andalan di restoran ini pun masih setia menjaga jejak sejarah. Nasi bebek peking yang disajikan bergaya Betawi. Nasi bebek ini terinspirasi dari nasi Hainan, yang pada umumnya menggunakan daging babi panggang renyah sebagai lauk utamanya.
Hidangan klasik ini kemudian diadaptasi dengan cita rasa lokal melalui penggunaan bebek yang dimarinasi dan dipanggang selama delapan jam hingga kulitnya garing sempurna. Menu ini tentu menjadi ikon utama di resto ini.
BACA JUGA:Perjalanan RUU Perampasan Aset
“Resep bebek panggang kami diadaptasi dari racikan Babah Chan Mo Sang yang dulu disajikan untuk para pelaut di Sunda Kelapa. Kami hanya menyesuaikannya dengan selera masa kini tanpa mengubah ruhnya,” kata Julie kepada ANTARA.
Sapo tahu
Di antara aroma rempah yang mengepul dari dapur, tersaji sapo tahu; paduan lembut tahu berukuran besar, segarnya sayuran, dan potongan hidangan laut yang menyerap bumbu hingga ke dalam.
Kuahnya kental, berkilau oleh minyak wijen yang harum, menguar rasa gurih-pedas yang menggoda. Setiap suapan terasa lengkap ketika disantap bersama nasi hangat yang bisa menyeimbangkan rasa gurihnya.
Bihun lada hitam
Menu ini hadir sebagai sajian yang tak biasa. Bahkan, menu ini kerap menjadi menu langka saat ini karena diolah dengan bumbu lada hitam yang sangat pekat. Bihunnya bertekstur sangat lembut yang menyerap pedas khas lada hitam, berpadu dengan gurihnya hidangan laut yang dimasak sempurna.
BACA JUGA:Indonesia di Ambang “Proklamasi Swasembada Beras 2025”
Meski rasanya cenderung pedas, namun menu ini memberikan kehangatan pada tubuh dan memberikan sensasi rasa yang berbeda.
Tak heran bila menu ini menjadi favorit banyak tamu. Bihun merupakan makanan dari China yang terbuat dari tepung dan beras. Dahulu, bihun menjadi makanan pokok khususnya bagi warga yang tinggal di Kota Guilin, Mifen, Tiongkok Selatan.
Siomay
Tidak lengkap rasanya bila berkunjung ke restoran ala Tiongkok tidak mencicipi siomay. Menu yang berbahan dasar ayam dan udang ini memiliki tekstur yang lembut dan berbeda dari siomay kebanyakan yang umumnya berserat.
Di resto ini, siomay yang disajikan merupakan perpaduan cita rasa khas lokal dan Tiongkok yang nikmat bila dikudap dengan saus gurih pedas. Apalagi bila dinikmati di restoran yang berornamen khas China tempo dulu, seakan membawa pengunjung menjelajah negara berjulukan “Tirai Bambu” itu lebih dalam lagi.