Di banyak negara maju, koperasi telah menjadi pemain utama dalam berbagai sektor strategis.
Sebagai contoh, Koperasi peternak sapi perah dapat langsung bermitra dengan pabrik susu di New Zealand atau Belanda.
Koperasi susu di New Zealand, seperti Fonterra, dan Belanda, seperti FrieslandCampina, menawarkan model kemitraan yang memungkinkan peternak untuk memasarkan susu mereka secara kolektif dan mendapatkan harga yang lebih baik.
Lalu ada Koperasi Zen Noh di Jepang, misalnya, menguasai hampir seluruh perdagangan padi nasional. Mereka bertindak sebagai perantara antara produsen dan konsumen, menghubungkan petani dengan pasar.
BACA JUGA:Imigrasi Kerinci Amankan Warga Negara Tiongkok yang Diduga Melanggar Izin Tinggal Keimigrasian
Zen Noh juga bertanggung jawab atas pemasaran dan pasokan produk pertanian dari kelompok koperasi pertanian Jepang (JA), yang bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan kehidupan petani.
Ada juga Koperasi Frisian Flag di Belanda menguasai industri susu hingga ke tingkat global. Bahkan di Brasil, koperasi Unimed mendominasi sektor kesehatan dengan jaringan rumah sakit dan asuransi terbesar di negara tersebut.
Dalam hal penyerapan tenaga kerja Koperasi Merah Putih (KMP) minimal dapat menyerap 1,6 juta tenaga kerja dari 80 ribu unit yang direncanakan dibentuk di seluruh Indonesia.
Kalkulasi ini tentu saja menghitung serapan tenaga kerja koperasi nanti, seperti pengawas, pengurus, pengelola, jika rata - rata 20 orang tiap koperasi, dikali 80 ribu desa, akan ada 1,6 juta orang terserap se-Indonesia.
BACA JUGA:Waduh! Jambi Masuk Kategori Rentan Korupsi, KPK Ingatkan Pejabat Jangan Serakah
Angka ini belum termasuk anggota yang akan diajak membentuk dan mengelola unit usaha secara produktif mengembangkan ekonomi desa, tidak hanya sebatas menjadi koperasi simpan pinjam saja.
Akan tetapi menjadi koperasi yang produktif yang mampu mengcover hasil panen pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan.
Konsepnya pemerintah menginginkan koperasi tidak lagi hanya mengelola usaha kecil, namun boleh masuk ke sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit dan bahkan punya pabrik.
Namun demikian, keberhasilan inisiatif ini sangat bergantung pada beberapa faktor krusial. Pertama, kapasitas sumber daya manusia di tingkat koperasi desa harus dibangun secara serius.
BACA JUGA:Gak Perlu Jauh-Jauh! Satlantas Polresta Jambi Hadirkan Gerai Perpanjangan SIM di 2 Lokasi Ini