Kinerja Industri Minyak Sawit Tahun 2023 dan Prospek Tahun 2024

Rabu 28-02-2024,10:42 WIB
Reporter : Gita Savana
Editor : Gita Savana

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Produksi CPO tahun 2023 diperkirakan mencapai 50,07 juta ton atau naik sebesar 7,15% dari tahun 2022 yakni sebesar 46,73 juta ton.

Sementara itu, produksi PKO mencapai 4,77 juta ton atau naik 5,66% dari tahun sebelumnya (2022) yakni sebesar 4,52 juta ton. 

Kenaikan produksi dari tahun 2022 ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai hal, antara lain: (1) harga minyak sawit menjelang akhir tahun 2021 dan sepanjang tahun 2022 relatif tinggi, sehingga mendorong pelaku usaha untuk mengelola kebunnya dengan baik, termasuk pemberian pupuk; (2) adanya perluasan areal yang telah menghasilkan di tahun 2023. 

Hal ini sesuai dengan data Kementerian Pertanian dalam periode 2017-2020 terdapat perluasan 540 ribu hektar dan diperkirakan tahun 2023 akan ada penambahan areal TM (Tanaman Menghasilkan) seluas 260 ribu hektar; (3) El Nino yang semula diperkirakan akan melanda Indonesia, ternyata tidak berpengaruh terhadap produksi tanaman kelapa sawit, karena melanda di sebagian besar Indonesia bagian selatan.

BACA JUGA:Kecelakaan di Jalan Lintas Tanjab Timur, Honda Beat Vs Mobil Tanki Pertamina, Bocah 7 Tahun Meningga Dunia

BACA JUGA:Pj Bupati Kerinci Asraf Buka High Level Meeting TPID untuk Perkuat Stabilitas Harga Pangan

Konsumsi dalam negeri menunjukkan kenaikan dari 21,24 juta ton pada tahun 2022 menjadi 23,13 juta ton atau kenaikan sekitar 8,90%.

Implementasi kebijakan Biodiesel (B35) yang secara efektif dilakukan pada bulan Juli 2022 telah meningkatkan konsumsi minyak sawit sebesar 17,68% yakni dari 9,048 juta ton pada tahun 2022 menjadi 10,65 juta ton di tahun 2023.

Dengan diimplementasikannya B35, konsumsi biodiesel selama 2023 telah melampaui konsumsi untuk pangan dalam negeri.

Ekspor produk CPO dan PKO mengalami penurunan 2,38% dari 33,15 juta ton di tahun 2022 menjadi 32,21 juta ton di tahun 2023.

BACA JUGA:Lenovo Perkenalkan ThinkPad dan ThinkBoom Berbasis AI, Ini Spesifikasinya

BACA JUGA:5 Olahraga Cocok untuk Turunkan Kolesterol, Tubuh Kembali Bugar

Sementara itu ekspor untuk biodiesel dan oleokimia mengalami kenaikan masing-masing sebesar 29 ribu ton dan 395 ribu ton. 

Penurunan ekspor yang besar terjadi untuk tujuan EU yakni sebesar 11,6% dari 4,13 juta ton di tahun 2022 menjadi 3,70 juta ton di tahun 2023. Sebaliknya ekspor untuk tujuan Afrika naik sebesar 33% dari 3.183 ribu ton menjadi 4.232 ribu ton, China naik 23% dari 6.280 ribu ton menjadi 7.736 ribu ton, India naik 8% dari 5.536 ribu ton menjadi 5.966 ribu ton dan USA naik 10% dari 2.276 ribu ton menjadi 2.512 ribu ton.

Turunnya harga rata-rata kelapa sawit selama tahun 2023 dibanding 2022 di pasar Ciff Rotterdam sebesar 28,7%, dimana rata-rata harga tahun 2023 adalah US$ 964/ton atau jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya dengan rata-rata US$ 1.352/ton, menyebabkan penurunan nilai ekspor kelapa sawit Indonesia yang cukup signifikan dari US$ 39,07 miliar pada tahun 2022 menjadi US$ 30,32 miliar pada tahun 2023. 

Kategori :