Perusak Kantor Gubernur Jambi Siap-siap, Polda Jambi Bakal Panggil 4 Saksi dari KS Bara

Selasa 06-02-2024,14:00 WIB
Reporter : Gita Savana
Editor : Gita Savana

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Perusak Kantor Gubernur Jambi siap-siap.

Polda Jambi bakal panggil 4 saksi dari KS Bara terkait perusakan kantor Gubernur Jambi saat demo anarkis sopir batu bara pada 22 Januari 2024 lalu.

Tidak hanya wajah, polisi juga sudah mengetahui identitas detail para pelaku.

Hal ini seperti disampaikan Direktur Reskrimum (Dirreskrimum) Polda Jambi, Kombespol Andri Ananta Yudhistira.

BACA JUGA:Rektor Universitas Jakarta: Kampus Bukan Tempat untuk Memecah Belah

BACA JUGA:Lebih dari 5.000 Sopir Batu Bara di Jambi Bakal Terima BLT Rp200 Ribu, Cair 2 Bulan Langsung

 “Sudah kita profile. Ada belasan orang yang memang sudah terdata melakukan pengerusakan. Kita sudah memprofil orang-orangnya. Profil ini bukan hanya tahu mukanya, tetapi juga tau identitasnya. Sehingga ketika ini sudah lengkap semuanya, akan lebih mudah kita melakukan proses penyidikan,” kata Andri.

Dalam waktu dekat, dirinya mengatakan, penyidik akan memanggil perwakilan  Komunitas Sopir Angkutan Batu Bara (KS Bara), sebagai pihak yang mengkoordinir aksi demonstrasi berujung anarkis tersebut.

Setidaknya ada 4 saksi yang akan dimintai keterangan terkait pengrusakan Kantor Gubernur Jambi oleh sopir batu bara yang tergabung dalam KS Bara tersebut.

 “Minggu ini kita jadwalkan pemanggilan dari pihak KS Bara. Mereka akan dimintai keterangan sebagai saksi. Ada empat orang yang kita panggil. Mudah-mudahan mereka bisa hadir sesuai dengan,” kata Kombes Pol Andri.

BACA JUGA:6 Shio Bakalan Hoki Setelah Imlek, Rezeki Mengalir Lancar

BACA JUGA:4 Hari Tayang Raih 1 Juta Penonton, Ini Sinopsis Film ‘Agak Laen’ yang Sedang Trending

Selain itu, lanjut Andri, pihaknya juga sudah mengumpulkan sejumlah bukti-bukti yang nantinya akan mempermudah untuk proses penyidikan.

Seperti diketahui, sebelumnya video foto-foto pelaku pengrusakan kantor Gubernur Jambi tersebut sudah beredar luas di media sosial dan grup-grup WhatsApp.

Foto-foto pelaku tersebut merupakan potongan video atau screnshoot yang dari video saat aksi anarkis terjadi. 

Kategori :