B20 WiBAC Dorong Bisnis Perempuan Berskala Global

Minggu 12-06-2022,20:41 WIB
Reporter : Surya Elviza

JAKARTA,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID- B20 Women in Busines Action Council (WiBAC) terus mendorong agar perempuan mampun menjalani bisnis secara global.

  Chair of B20 Women in Busines Action Council (WiBAC) Ira Noviarti menjelaskan pada 2018, The World Economic Forum memprediksi keterlibatan perempuan yang setara di dalam ekonomi global dapat mendorong peluang pertumbuhan PDB global sebesar USD 28 triliun.
 
Namun, agar peluang tersebut tidak terlewatkan, gugus tugas B20 Women in Business Action Council (WiBAC) mengusulkan kebijakan dan aksi untuk memajukan perempuan.
 
Saat ini, B20 WiBAC (Women in Business Action Council) yang dipimpin oleh Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk Ira Noviarti merekomendasikan serangkaian kebijakan dan aksi yang dibagi menjadi tiga pilar.
 
BACA JUGA:BTN Raih Laba Bersih Rp 2,37 Triliun, Ikut Dongkrak Sektor Perumahan
 
BACA JUGA:Jambi Jadi Tuan Rumah Jamnas TLCI ke-V, Libatkan 1.000 Mobil dan UMKM
 
Pertama adalah mengenai pemberdayaan kemampuan wirausaha perempuan dengan cara mengembangkan ekosistem yang dapat memberikan akses pada bantuan finansial, regulasi, hingga akses pada bantuan teknis bagi pelaku usaha.
 
"Sebagai tindak lanjut, jaringan bisnis perempuan dalam skala global harus terus dikembangkan," bebernya.
 
Kedua adalah mendorong kemampuan digital dan kepemimpinan perempuan, dengan cara mempercepat akses perempuan pada lingkup digital/STEM, serta memperkuat keterampilan untuk mengambil pada posisi-posis pimpinan yang diperkuat dengan laporan berbasis gender.
 
Kebijakan terakhir adalah mendorong lingkungan kerja yang adil dan aman bagi semua.
 
Hal ini dapat dimulai dengan meningkatkan keamanan kerja bagi pekerja perempuan di sektor perekonomian informal, termasuk di masyarakat pedesaan, serta membangun kebijakan sistematis untuk menghindari kekerasan berbasis gender dan membantu korban kekerasan.
 
Ira juga menambahkan sekitar 23 persen pekerja perempuan harus atau akan meninggalkan pekerjaan saat pandemi Covid-19.   Chair of B20 Women in Busines Action Council (WiBAC) Ira Noviarti mengatakan pekerjaan yang dijalani oleh perempuan juga memiliki risiko lebih karena adanya 19 persen over representation di dalam sektor yang terdampak langsung oleh pandemi.   Adapun sektor itu, kata dia, seperti sekolah, tempat penitipan anak, dan lainnya.   Selain itu, kata Ira, tingkat kesenjangan pada partisipasi gender kian memburuk, yang tadinya 99,5 tahun, kini menjadi 135,6 tahun.   “Kesenjangan ini terus dirasakan oleh pekerja perempuan, misalnya, representasi perempuan di posisi manajerial yang masih lebih sedikit dibanding laki-laki, kesenjangan besaran penghasilan antara perempuan dan laki-laki, serta minimnya peraturan terkait kekerasan terhadap perempuan," Ira Noviarti, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu 11 Juni 2022.   Hal-hal tersebut juga bisa memperburuk kondisi kesehatan dan kesejahteraan banyak keluarga, dalam skala global juga melemahkan kondisi ekonomi dunia.   BACA JUGA:Ridwan Kamil Unggah Foto Terakhir Bersama Erik, Umumkan Waktu Takziah dan Pemakaman   BACA JUGA:Greysia Polii Masuki Purnatugas, BNI Beri Bantuan Atlet Muda Penerus Greys   "Diperlukan aksi nyata dari para pemangku kepentingan, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," beber Ira.  
Ira berharap rekomendasi kebijakan yang dirumuskan mampu melahirkan generasi perempuan-perempuan yang skillful, resilient, dan berdaya dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional maupun global seperti dikutip dari jpnn.com.
 
“Aspirasi kami di ’B20 Women in Business Action Council’ adalah bahwa di masa depan akan lebih banyak perempuan yang memimpin, berpartisipasi, dan memiliki akses ke peluang bisnis dan ekonomi yang lebih baik," pungkas Ira. (viz)
Tags : #perempuan dan bisnis #perempuan #gender #emansipasi wanita #bisnis global
Kategori :

Terkait

Terpopuler

Terkini