Taati PPKM Darurat, Pemilik RM Kurangi Masakan

Rabu 07-07-2021,09:32 WIB

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID, MUARASABAK - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro, di Kecamatan Muarasabak Barat, sudah diberlakukan. Pemerintah kecamatan telah mengimbau pemilik rumah makan dan pusat perbelanjaan di ibukota kabupaten mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes).

Arie Julian Saputra, Camat Muarasabak Barat, mengatakan, sesuai instruksi Mendagri, pusat perbelanjaan harus melakukan pengaturan pembatasan jam operasional sampai dengan pukul 20.00 WIB. Sementara kegiatan restoran, seperti makan dan minum di tempat sebesar 25 persen.

"Untuk layanan makanan melalui pesan antar atau dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat," jelasnya.

Jika ada pusat perbelanjaan dan rumah makan yang berani melanggar prokes, maka pihaknya yang bekerjasama dengan Polri, TNI dan Satpol PP tidak segan-segan untuk membubarkannya secara paksa. Apalagi angka Covid-19 di Kecamatan Muarasabak Barat masih tinggi dan berada zona merah.

"Pembubaran paksa dilakukan, jika ada keramaian di pusat perbelanjaan dan rumah makan itu tepat, karena angka Covid-19 itu belum turun," ungkap Arie.

Sementara, Yuliana, pemilik rumah makan Kecamatan Muarasabak Barat, mengatakan, kini konsumen rumah makan jarang makan di rumah makannya. Kebanyakan hanya membeli bungkusan dan dibawa pulang. "Sekarang pelanggan yang datang hanya membeli nasi bungkusan," ungkap wanita yang akrab disapa Bunda Yuli.

Yuli mensiasati kondisi tersebut berkurangnya kunjungan pelanggan dengan mengurangi jumlah masakan. Contohnya, di hari biasa ayam yang dimasak dari 25 sampai dengan 30 Kg, sekarang hanya 7 sampai dengan 10 Kg.

"Selain itu, kalau biasanya saya itu tutup malam sekitar jam 9 atau 10 malam, sekarang jam 6 sore sudah tutup. Karena pelanggan yang makan tidak ada lagi. Selain itu juga mengikuti imbauan dari pihak pemerintah dengan menerapkan prokes bagi pelanggan yang makan di tempat. Kapasitas dan setiap meja kita kurangi dengan memberikan tanda silang. Ini demi kepentingan keselamatan dan kesehatan bersama," tandasnya. (pan/ira)

Tags :
Kategori :

Terkait