bank jambi baru

Debit Sungai Batanghari Menyusut Drastis Akibat Kemarau Panjang

 Debit Sungai Batanghari Menyusut Drastis Akibat Kemarau Panjang

KERING : Kondisi Sungai Batanghari yang mengalami penysutan akibat kemarau panjang.-Foto : Junaidi-Jambi-independent.co.id

 

MUARO JAMBI,JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Musim kemarau yang melanda Provinsi Jambi mulai berdampak terhadap kondisi Sungai Batanghari. Dalam beberapa pekan terakhir, debit air sungai terbesar di Sumatera itu mengalami penyusutan cukup signifikan, terutama di wilayah Kabupaten Muaro Jambi.

Minimnya kiriman air dari daerah hulu serta tidak adanya hujan dalam sebulan terakhir menjadi faktor utama menurunnya tinggi muka air sungai. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah titik di aliran Sungai Batanghari menjadi lebih dangkal dibandingkan biasanya.

Bahkan, hamparan pasir yang selama ini berada di dasar sungai kini mulai terlihat jelas di permukaan. Fenomena itu menjadi salah satu indikasi berkurangnya volume air akibat musim kemarau yang tengah berlangsung.

Penyusutan debit air juga mulai dirasakan masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian di Sungai Batanghari. Salah satunya petani ikan keramba di Kecamatan Jambi Luar Kota.

BACA JUGA: 11,5 Hektare Lahan Terbakar, BPBD Catat 12 Kasus Karhutla di Muaro Jambi

 Kamal, petani ikan keramba setempat, mengatakan surutnya air sungai membuat kondisi perairan menjadi lebih keruh. Dampaknya, sejumlah ikan yang dipelihara di keramba mengalami kematian.

“Air menjadi keruh dan banyak ikan yang mati. Kami juga kesulitan saat memberi pakan karena kondisi air yang semakin dangkal,” ujarnya.

Menurut Kamal, jika kondisi tersebut terus berlangsung, kerugian yang dialami petani ikan diperkirakan akan semakin besar. Karena itu, para petani berharap hujan segera turun sehingga kondisi sungai dapat kembali normal.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muaro Jambi belum dapat memastikan secara rinci ketinggian muka air Sungai Batanghari saat ini. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih mengingat musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

BACA JUGA:Mobil Travel Padang-Jambi Terjun ke Sungai Batanghari, Penumpang Perempuan Warga Thehok Ditemukan Tewas

BPBD juga meminta warga tetap waspada terhadap berbagai dampak yang ditimbulkan selama musim kemarau, termasuk potensi kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air bagi kebutuhan sehari-hari. (*)

 

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: