bank jambi baru

Mengejutkan! Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

Mengejutkan! Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

Nanik S Deyang-ist/jambi-independent.co.id-

JAKARTA, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Kabar mengejutkan datang dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Nanik S Deyang resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatan Kepala BGN setelah sekitar satu setengah bulan memimpin lembaga yang menjadi salah satu ujung tombak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pengunduran diri tersebut disampaikan Nanik kepada Presiden Prabowo Subianto dengan alasan kondisi kesehatan.

Nanik disebut harus menjalani pengobatan terkait penyakit jantung, termasuk menjalani perawatan di luar negeri.

BACA JUGA:PETI di Sungai Batanghari Tebo Ditindak! 7 Rakit Dompeng Dibakar, Polisi Sempat Hadapi Penolakan Warga

Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, membenarkan kabar tersebut.

"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," ujar Yuza, seperti dilansir dari ANTARA, Rabu 22 Juli 2026.

Meski hanya sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, Nanik disebut telah melakukan sejumlah langkah evaluasi dan reformasi terhadap pelaksanaan program MBG.

Di bawah kepemimpinannya, BGN disebut melakukan evaluasi terhadap hampir 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 dapur diklasifikasikan berdasarkan standar mutu.

BACA JUGA:Prabowo: 250 BUMN Ditutup Hingga 31 Juli, Penghematan Capai Rp50 T

Nanik juga disebut mengambil langkah untuk menghentikan ekspansi dapur di sejumlah wilayah yang dinilai telah mengalami kejenuhan.

Tak hanya itu, evaluasi tersebut juga menemukan 414 SPPG bermasalah. Dari penanganan persoalan tersebut, disebut ada ratusan miliar rupiah yang dapat dikembalikan ke kas negara.

Sejumlah langkah reformasi lainnya juga dilakukan, termasuk membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan pelaksanaan MBG kepada kelompok penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.

Namun, di tengah berbagai agenda pembenahan tersebut, Nanik harus mengambil keputusan untuk meninggalkan kursi Kepala BGN demi menjalani pengobatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait