Calon Haji Asal Kerinci Wafat di Arafah, Total Sudah Dua Orang
Khairusni Bilal Usman (67), calon haji asal Kerinci yang wafat di Arafah.-ist/jambi independent-
ARAFAH, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci. Seorang calon haji asal Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, atas nama Khairusni Bilal Usman (67), yang tergabung dalam Kloter BTH-19, dilaporkan meninggal dunia di tenda pemondokan ARAFAH, Arab Saudi, akibat serangan jantung.
Informasi tersebut berdasarkan laporan tim kesehatan haji yang bertugas di Arab Saudi. Almarhumah wafat pada Selasa (26/5) sekitar pukul 21.30 Waktu Arab Saudi (WAS).
Dalam laporan kronologi yang disusun tenaga kesehatan kloter, Fuji Ramdhani, disebutkan bahwa saat kejadian almarhumah sedang berada di tenda maktab ARAFAH bersama suaminya. Tiba-tiba ia mengeluhkan kondisi tubuh yang lemas dan sesak napas sebelum akhirnya tidak sadarkan diri.
BACA JUGA:Kabar Duka dari Tanah Suci: Jemaah Calon Haji Asal Sarolangun Wafat di Makkah, Ini Penyebabnya
Mendapat laporan dari jamaah lain, tenaga kesehatan kloter segera menuju lokasi untuk memberikan pertolongan pertama. Namun saat dilakukan pemeriksaan awal, denyut nadi pasien sudah tidak teraba.
"Saat tenaga kesehatan kloter tiba dan dilakukan pemeriksaan awal, pasien tidak teraba nadinya dan dilakukan resusitasi jantung paru (RJP) sebanyak tiga siklus, namun tidak ada respons," tulis Fuji Ramdhani dalam laporan tersebut.
Tim Kesehatan Sektor bersama petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) kemudian tiba di lokasi untuk memberikan bantuan lanjutan. Berbagai upaya penyelamatan dilakukan, termasuk penggunaan Automated External Defibrillator (AED) atau alat pacu jantung otomatis.
BACA JUGA:Deg-degan Tapi Bersyukur! Ini Kisah Suci Gina Aurelia, Siswi SMP Tebo yang Jadi Jemaah Haji Termuda Jambi 2026
Meski demikian, kondisi almarhumah tidak menunjukkan respons. Setelah seluruh prosedur medis dilakukan, Khairusni Bilal Usman dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.30 WAS di hadapan keluarga.
Berdasarkan Certificate of Death (Surat Kematian) yang diterbitkan Tim Medis Kedutaan Besar Republik Indonesia dengan standar medis internasional ICD-10, penyebab utama kematian adalah gangguan jantung akut.
Catatan medis juga menunjukkan almarhumah sempat mendapatkan pelayanan kesehatan sebanyak dua kali selama berada di Arab Saudi. Pada 16 Mei 2026, almarhumah berobat karena keluhan dispepsia atau gangguan pencernaan. Kemudian pada 22 Mei 2026, ia kembali mendapatkan penanganan medis akibat keluhan nyeri punggung bawah atau low back pain.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jamaah asal Kerinci tersebut.
Ia memastikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan membadalkan ibadah haji almarhumah agar seluruh rangkaian ibadah hajinya tetap dapat disempurnakan sesuai ketentuan yang berlaku.
BACA JUGA:Luar Biasa! Kisah Siti Aisyah Jemaah Haji 100 Tahun Asal Jambi yang Masih Aktif ke Kebun Sawit dan Naik Tangga
"Kami turut berduka cita atas wafatnya almarhumah Khairusni Bilal Usman asal Kabupaten Kerinci. Semoga almarhumah husnul khatimah dan diampuni segala khilafnya," ujar Wahyudi.
PPIH juga memastikan seluruh hak jamaah yang wafat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pelaksanaan badal haji oleh petugas yang telah ditunjuk secara resmi.
Sebelumnya, jemaah calon haji asal Kabupaten Sarolangun yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) BTH 24 dilaporkan wafat di Tanah Suci, Makkah, Arab Saudi, Sabtu 23 Mei 2026 malam waktu setempat.
Jemaah calon haji tersebut diketahui bernama Asniyati Ahmad Bawari (52). Almarhumah menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit King Faisal, Makkah, sekitar pukul 22.36 Waktu Arab Saudi (WAS).
Berdasarkan surat keterangan kematian (certificate of death) yang diterbitkan tim medis Indonesian Medical Mission, almarhumah meninggal dunia akibat syok kardiogenik atau gagal pompa jantung.
BACA JUGA:Jemaah Haji Wajib Tahu! Kemenhaj Buka Suara Soal Dam, Salah Cara Bisa Bikin Rugi Sendiri?
Kondisi tersebut dipicu gangguan irama jantung (aritmia) yang dipengaruhi oleh krisis hormon tiroid atau thyroid storm, yakni kondisi medis serius akibat lonjakan hormon tiroid secara drastis.
Selain itu, riwayat penyakit Diabetes Melitus (DM) yang diderita almarhumah disebut turut memperberat kondisi kesehatannya sebelum wafat.
Kepergian Asniyati meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga yang berada di Sarolangun, namun juga bagi sesama jemaah dan petugas haji yang mendampingi selama di Tanah Suci.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



