Bappenas Bongkar Masa Depan Sawit RI, Nilainya Bisa Jauh Lebih Besar dari Sekadar Ekspor CPO
Ilustrasi. Konflik lahan di Desa Betung, terus berlanjut di Polres Muaro Jambi.-ist/jambi-independent.co.id-
JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID – Industri kelapa sawit Indonesia didorong memasuki babak baru.
Pemerintah menegaskan hilirisasi sawit tidak boleh lagi hanya berfokus pada ekspor bahan mentah, melainkan harus berkembang menjadi industri berbasis inovasi, riset, dan teknologi yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
Penegasan tersebut disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, saat menerima delegasi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dipimpin Guru Besar Fakultas Pertanian IPB, Prof. Sudrajat.
Menurut Rachmat, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadikan komoditas sawit sebagai penggerak ekonomi nasional melalui pengembangan berbagai produk inovatif yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Hilirisasi sawit tidak lagi dapat bertumpu pada ekspor bahan mentah semata, melainkan harus diarahkan pada pengembangan produk-produk inovatif berbasis teknologi dan riset," ujar Rachmat.
Sawit Bisa Jadi Lipstik hingga Material Industri
Selama ini masyarakat lebih mengenal sawit sebagai bahan baku minyak goreng dan biodiesel. Namun, menurut Rachmat, potensi sawit jauh lebih luas.
Ia mengungkapkan bahwa sawit dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, mulai dari lipstik alami, kapsul beta karoten, bahan baku farmasi, material komposit, hingga berbagai produk industri modern lainnya.
Dengan dukungan penelitian yang kuat, sawit berpotensi menjadi komoditas strategis yang tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global.
"Komoditas sawit merupakan sumber daya yang sangat potensial apabila didukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai," katanya.
Arahan Langsung Presiden Prabowo
Rachmat mengungkapkan bahwa pengembangan hilirisasi sawit menjadi salah satu agenda strategis yang mendapat perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



