b9

Gagal Juara Lewat Drama Penalti, Pengakuan Jujur Mikel Arteta: Level Arsenal Masih di Bawah PSG

Gagal Juara Lewat Drama Penalti, Pengakuan Jujur Mikel Arteta: Level Arsenal Masih di Bawah PSG

Mikel Arteta, secara jantan mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) sebagai tim terbaik di dunia saat ini. --ist/jambi-independent.co.id--

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID  - Juru taktik Arsenal, Mikel Arteta, secara jantan mengakui keunggulan Paris Saint-Germain (PSG) sebagai tim terbaik di dunia saat ini setelah klub raksasa Prancis tersebut menjegal ambisi The Gunners untuk merengkuh trofi Liga Champions perdana mereka.

Impian Arsenal untuk mencetak sejarah baru harus kandas setelah kalah dramatis 3-4 dalam babak adu penalti di Puskas Arena, Budapest. Drama tos-tosan ini terpaksa dilakukan setelah kedua tim bermain sama kuat 1-1 sepanjang 120 menit laga berjalan.

Pengakuan Jujur Mikel Arteta

Usai pertandingan, Arteta tidak sungkan melemparkan pujian setinggi langit untuk sang rival, khususnya kepada kompatriotnya yang menukangi PSG, Luis Enrique.

"Saya mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis (Enrique), karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia," ujar Arteta seperti dilansir dari TNT Sports.

Ia menambahkan bahwa kualitas individu dan kemampuan ball possession PSG berada di level yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Menurutnya, taktik Arsenal tidak berjalan bukan karena salah strategi, melainkan karena kehebatan PSG yang memaksa timnya terus-menerus dalam posisi bertahan.

Dominasi Mutlak Les Parisiens

Statistik pertandingan memang memperlihatkan bagaimana Meriam London dibuat tidak berdaya. Arsenal tercatat terkurung sepanjang laga dengan penguasaan bola di bawah 25 persen akibat gempuran tanpa henti dari armada Paris.

Meski begitu, Arsenal sebenarnya sempat membuka asa lewat gol kilat Kai Havertz. Namun, PSG berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua melalui eksekusi penalti Ousmane Dembele.

Gol Dembele ini sekaligus membawa PSG menyamai rekor fantastis dengan torehan 45 gol dalam satu musim kompetisi Liga Champions.

Sorotan Penalti Madueke dan Pekerjaan Rumah Arsenal

Arteta sempat menyayangkan keputusan pengadil lapangan yang tidak memberikan penalti kepada timnya saat Noni Madueke dijatuhkan di area terlarang ketika skor masih 1-1. Kendati demikian, ia memilih legawa dan fokus pada evaluasi tim.

Final edisi 2026 ini merupakan kali kedua Arsenal berhasil menembus partai puncak Liga Champions, setelah kegagalan pertama mereka 20 tahun silam saat ditumbangkan Barcelona.

Walaupun Arteta sukses mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun bagi Arsenal dalam tujuh tahun masa baktinya, ia sadar kompetisi Eropa menuntut level yang jauh lebih tinggi.

"Perkembangan yang kami alami dalam beberapa tahun terakhir harus kami ulangi lagi karena level kompetisi meningkat setiap musim," pungkas Arteta. *

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait