b9

Sering Dikira GERD, 8 Gejala Ini Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Ovarium

Sering Dikira GERD, 8 Gejala Ini Bisa Jadi Tanda Awal Kanker Ovarium

Kanker ovarium sering dijuluki "silent killer" karena gejalanya mudah disalahartikan-ilustrasi/jambi-independent-

JAMBI-INDEPENDENT.CO.IDKanker ovarium kerap dijuluki sebagai "silent killer" atau pembunuh diam-diam.

Bukan karena penyakit ini tidak memiliki gejala, melainkan karena tanda-tandanya sering dianggap sepele oleh banyak wanita.

Perut kembung setelah makan, nyeri punggung bawah, tubuh mudah lelah, hingga cepat merasa kenyang sering kali dianggap hanya gangguan pencernaan biasa, GERD, perubahan hormon, atau efek kelelahan sehari-hari. Padahal, gejala tersebut bisa menjadi tanda awal kanker ovarium.

Indian Council of Medical Research (ICMR) mencatat, kanker ovarium menjadi salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di India. Diagnosis yang terlambat masih menjadi tantangan terbesar dalam penanganannya.

BACA JUGA:Strain Andes Hantavirus Mampu Menular Antarmanusia, Ini Fakta di Balik Kasus Argentina

Gejala yang Sering "Tenggelam" dalam Kesibukan Sehari-hari

Dokter spesialis onkologi ginekologi dari Max Cancer Care Saket, India, Kanika Batra Modi, mengatakan banyak wanita cenderung mengabaikan gejala yang muncul hampir setiap hari selama beberapa minggu.

"Gejala seperti perut kembung terus-menerus, nyeri punggung bawah, atau cepat kenyang setelah makan sedikit sering dianggap masalah pencernaan atau menstruasi biasa. Namun jika gejala itu baru muncul, terasa tidak biasa, dan terjadi hampir setiap hari selama beberapa minggu, jangan diabaikan," ujar Modi dikutip dari Times of India, Selasa (19/5/2026).

Kanker ovarium memang sulit dikenali sejak awal karena gejalanya mirip dengan masalah kesehatan umum lainnya. Banyak penderita baru memeriksakan diri saat kanker sudah memasuki stadium lanjut.

BACA JUGA:Jangan Diabaikan, Spatula Karet Usang Ternyata Picu Risiko Keracunan Makanan

8 Gejala yang Perlu Diwaspadai

Berikut sejumlah gejala yang disebut perlu mendapat perhatian lebih:

  1. Perut kembung terus-menerus, bukan sekadar setelah makan besar
  2.  Nyeri pada panggul atau perut bagian bawah yang tidak kunjung hilang
  3.  Cepat kenyang saat makan, meski porsi kecil
  4.  Sering buang air kecil tanpa penyebab jelas
  5.  Nyeri punggung bawah berkepanjangan
  6.  Kelelahan yang tidak membaik meski sudah istirahat cukup
  7.  Perubahan pola buang air besar, seperti sembelit mendadak
  8.  Berat badan berubah tanpa sebab jelas (naik atau turun drastis)

Dokter menekankan: yang perlu diperhatikan bukan hanya jenis gejalanya, tetapi juga durasi dan frekuensinya.

Jika keluhan muncul hampir setiap hari selama dua hingga tiga minggu, pemeriksaan medis menjadi penting.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: