b9

Wajib Tahu! Cara Cek Gigi, Mata, dan Nafsu Makan Hewan Kurban yang Layak dan Bebas PMK

Wajib Tahu! Cara Cek Gigi, Mata, dan Nafsu Makan Hewan Kurban yang Layak dan Bebas PMK

Foto ilustrasi pengecekan kesehatan hewan kurban.-ai/jambi-independent.co.id-

JAMBI, JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Menjelang Hari Raya Idul Adha, pemilihan hewan kurban menjadi hal penting yang tidak boleh dilakukan sembarangan.

Memastikan hewan kurban sehat, bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK), serta  sesuai syariat menjadi kunci agar ibadah sah sekaligus daging yang dihasilkan aman dikonsumsi.

Lantas, apa saja yang harus diperhatikan dan mengapa hal ini krusial?

Memilih hewan kurban bukan hanya soal harga atau ukuran, tetapi juga kondisi kesehatan dan kelayakan sesuai ketentuan agama.

BACA JUGA:Long Weekend Mei 2026 Menggiurkan! Begini Cara Maksimalkan Libur Panjang

Salah satu cara paling sederhana adalah dengan memeriksa kondisi fisik hewan, mulai dari gigi, mata, hingga nafsu makan.

Pengecekan gigi menjadi indikator utama untuk mengetahui usia hewan. Untuk kambing atau domba, hewan minimal berusia satu tahun ditandai dengan tanggalnya gigi susu bagian depan.

Sementara sapi atau kerbau umumnya memenuhi syarat jika berusia sekitar dua tahun. Usia ini penting karena menjadi syarat sah dalam pelaksanaan kurban.

Selain itu, kondisi mata juga perlu diperhatikan. Hewan yang sehat memiliki mata jernih, tidak sayu, dan tidak mengeluarkan cairan berlebih.

BACA JUGA:Waspada! Ini Tanda Daycare Buruk yang Harus Diketahui Orang Tua

Mata yang terlihat cekung atau kotor bisa menjadi tanda hewan sedang sakit atau tidak terawat.

Indikator lain yang tidak kalah penting adalah nafsu makan. Hewan yang layak kurban biasanya aktif, lincah, dan memiliki selera makan yang baik.

Sebaliknya, hewan yang tampak lemas, kurus, atau tidak bersemangat patut diwaspadai karena bisa mengindikasikan gangguan kesehatan.

Tak hanya itu, hewan kurban juga harus bebas dari cacat fisik seperti pincang, buta, atau luka serius. Dalam syariat Islam, hewan dengan kondisi tersebut tidak sah dijadikan kurban.

BACA JUGA:Ini Jadwal Lengkap Semifinal Liga Europa 2026: Siapa Paling Layak ke Final?

Masyarakat juga disarankan membeli hewan dari tempat yang terpercaya dan memiliki lingkungan bersih. Jika memungkinkan, mintalah Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai jaminan bahwa hewan telah diperiksa secara medis.

Dengan memahami panduan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Selain memastikan ibadah berjalan sesuai syariat, langkah ini juga menjadi bentuk tanggung jawab dalam menjaga kualitas dan keamanan daging yang akan dikonsumsi bersama. *

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: