b9

Dalam 3 Bulan, Pemerintah Target Resmikan 25.000 Koperasi Merah Putih

Dalam 3 Bulan, Pemerintah Target Resmikan 25.000 Koperasi Merah Putih

Lowongan Manager Kopdes Merah Putih: 35.476 posisi, status pegawai BUMN-jambi-independent-antaranewsfoto

JAMBI-INDEPENDENT.CO.ID - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan lebih dari 25.000 Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan. Langkah ini disebut sebagai upaya nyata pemerintah memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan secara masif.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara groundbreaking 13 proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah, yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet, Rabu.

“Sebentar lagi kita akan resmikan 1.000 Koperasi Merah Putih. Kemungkinan dua tiga minggu lagi. Sesudah itu, dua sampai tiga bulan lagi kita akan resmikan lebih dari 25.000 koperasi,” ujar Prabowo.

Presiden menegaskan koperasi yang dibangun bukan sekadar lembaga administratif, melainkan koperasi fisik yang memiliki sarana pendukung lengkap untuk menjalankan kegiatan operasional.

BACA JUGA:Layar Terbesar di Kelasnya: 10 Fitur Mobil yang Bisa Dikontrol Lewat Layar Sentuh Destinator

Menurutnya, setiap koperasi nantinya akan dilengkapi gudang penyimpanan, alat pendingin, hingga kendaraan operasional untuk distribusi barang.

“Coba dibuka dalam sejarah dunia, ada nggak 25 ribu atau 30 ribu koperasi bisa dibangun dan diselesaikan dalam satu tahun,” tegasnya.

Koperasi Merah Putih merupakan program strategis pemerintah yang diluncurkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Program ini menargetkan pembentukan hingga 80.000 unit koperasi di seluruh pelosok Indonesia.

Kehadiran koperasi tersebut diharapkan mampu mendorong kemandirian desa sekaligus mempercepat tercapainya kedaulatan pangan dan energi nasional.

BACA JUGA:Mitos atau Fakta? Mobil Listrik Mati di Rel Kereta Akibat Medan Magnet, Pakar ITB Buka Suara

Selain itu, Koperasi Merah Putih dirancang menjadi agregator utama ekonomi pedesaan dengan sistem tata kelola niaga berbasis digitalisasi.

Fokus utamanya adalah memotong rantai distribusi pangan yang panjang sehingga masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Tak hanya itu, koperasi ini juga akan menghadirkan berbagai layanan lain seperti simpan pinjam, penyaluran pupuk, hingga pembangunan fasilitas cold storage untuk mendukung nelayan.

Program ini menjadi salah satu langkah besar pemerintah dalam menggerakkan ekonomi dari desa dan memperkuat kesejahteraan masyarakat secara merata.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait